Sukses

Touring di Musim Hujan, Persiapkan Hal-Hal Berikut Ini

Liputan6.com, Jakarta - Libur panjang akhir tahun sudah menanti. Bagi para biker, ini menjadi momen yang tepat untuk touring akhir tahun. Mempersiapkan sepeda motor dan kondisi badan amatlah penting, terlebih sudah masuk musim hujan.

Menurut Galuh Afriyanto, Koordinator Servis Yamaha SBR Pemalang, Jawa Tengah, yang tidak boleh dilupakan adalah membawa kunci-kunci vital sepeda motor. Hal ini jangan sampai lupa, karena sangat berguna saat motor mengalami masalah di jalan, terutama beberapa komponen motor yang rentan terkena masalah akibat terkena air.

Meski kunci-kunci bawaan dari dealer sudah ada sejak motor dibeli, itu tidaklah cukup. Harus dilengkapi dengan beberapa tool kit tambahan.

Saat musim hujan, peralatan teknis yang wajib dibawa adalah kunci busi baik untuk motor manual maupun matik. Jangan lupa bawa obeng yang ukurannya beragam sesuai kebutuhan sepeda motor.

“Obeng dan kunci-kunci yang lengkap diperlukan untuk membuka cover body, termasuk kunci bintang dan sebagainya. Jika perlu bawa lampu utama atau bulp cadangan untuk motor yang masih menggunakan lampu utama model bulp atau non-LED. Karena bukan tidak mungkin lampu utama putus saat kondisi hujan,” terang Galuh.

Soal penerangan di musim hujan, Galuh menyarankan mendapatkan perhatian lebih. Karena itu sebelum berangkat dipastikan lebih dulu lampu maupun sinyal, seperti lampu utama dan lampu rem menyala dengan baik.

Jika perlu lengkapi dengan lampu tambahan agar tetap bisa melihat kondisi jalan pada saat hujan deras. “Karena lampu utama LED terkadang saat hujan justru membuat pengemudi susah untuk mengamati kondisi jalan,” tukasnya.

“Lampu sein juga jangan ketinggalan, walaupun bukan utama tapi tetap harus berfungsi saat kita akan berbelok. Lampu hazard hanya lampu tambahan saja yang dapat digunakan pada kondisi darurat. Misalnya mogok di tepi jalan, sebagai isyarat bahwa kendaraan berhenti dalam kondisi darurat,” tambahnya.

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Hal lain yang tidak boleh disepelekan saat touring dalam kondisi hujan adalah masalah ban dan tekanan angin. Tekanan ban ideal saat musim hujan dengan kondisi berboncengan dan barang bawaan adalah +3 sampai 4psi dari tekanan standar.

“Misalnya tekanan standar untuk roda depan adalah 28 psi maka saat kondisi hujan dan berboncengan bisa ditambah sampai 32 psi begitupun untuk roda belakang. Pastikan juga kondisi ban dalam keadaan baik,meliputi juga kondisi alur ban,” imbuh Galuh.

Selain itu jangan lupa membawa busi cadangan untuk jaga-jaga busi mati akibat percikan air. Selanjutnya adalah rem. Pastikan kondisi kampas dan sistem pengereman bekerja dengan baik, sehingga motor dapat dikurangi kecepatannya dibutuhkan.

Lantas berapa kecepatan ideal saat jalanan basah? “Untuk kondisi musim hujan kecepatan ideal sekitar 60-80 km/jam, karena menurut saya di kecepatan segitu kondisi motor masih bisa dikuasai dengan mudah, sekaligus antisipasi kondisi jalan yang licin dan menghormati sesama pengguna jalan lain,” paparnya.

Di samping wajib menggunakan safety gear yang baik, termasuk jas hujan. Hal utama adalah memastikan kondisi badan dalam keadaan fit karena berkendara saat musim hujan dibutuhkan kewaspadaan dan kesigapan ekstra.

“Persiapan riding jarak jauh saat musim hujan paling utama adalah kondisi badan dulu. Bagaimanapun riding saat cuaca hujan diperlukan konsentrasi yang tinggi. Makanya badan harus sehat. Pastikan juga kondisi motor dalam keadaan fit, karena bukan tidak mungkin jalan yang akan dilewati tergenang atau bahkan terendam oleh air,” tutupnya.

Sumber: Otosia.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Ini Lawan Sepadan Honda CRF250 Rally dari Yamaha
Artikel Selanjutnya
Cara Mudah Mengenal Batas Kemampuan Ban Mobil Anda