Sukses

Berganti APM, Bagaimana After Sales untuk Pemilik Jeep Sebelumnya?

Liputan6.com, Jakarta - Prinsipal Fiat Chrysler Automobiles (FCA) telah menunjuk PT Hascar International Motor (Hascar) sebagai agen pemegang merek (APM) atau distributor tunggal Jeep di Indonesia. Perusahaan yang diawali dari para pemilik SUV ini, menggantikan Garansindo yang dalam beberapa waktu menjadi penanggung jawab pengiriman dan perawatan mobil asal ikonik asal Amerika Serikat tersebut.

Dengan berpindah tangannya distributor Jeep di Tanah Air, lalu bagaimana nasib pemilik model lawas terkait perawatan dan after sales-nya?

Dijelaskan Ari Utama, CEO Hascar, tidak menjadi masalah bagi pemilik Jeep model lawas untuk mendapatkan pelayanan di bengkel resmi Jeep. Pasalnya, pihaknya tidak akan membeda-bedakan baik yang memiliki Jeep yang sudah dipegang Hascar, atau model yang masih didatangkan oleh APM sebelumnya.

"Tetap kami akan layani semua, dan pasti mendapat layanan, Bahkan, mobil yang beli di importir umum (IU) akan tetap kami layani, hanya ada ketentuan yang berbeda dalam layanan yang diberikan," jelas Ari saat berbincang dengan wartawan di Kemang, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Memang, untuk model yang didatangkan dari IU memiliki perbedaan yang signifikan, terutama dari segi mesin. Pasalnya, untuk model yang dibawa melalui APM, pasti sudah disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku di negara bersangkutan, seperti standar emisi.

"Kalau dari IU kan pastinya spesifikasinya bukan ditujukan untuk Indonesia, dan pastinya buat negara lain," pungkasnya.

Untuk diketahui, Hascar saat ini memiliki dealer di Jakarta, BSD, Pondok Indah, Medan, Surabaya, Makasar, dan Bali. Untuk tahun depan, Hascar bakal berinvasi untuk memiliki jaringan penjualan, setidaknya 11 sampai 14 dealer.

2 dari 3 halaman

Baru Mengaspal, Jeep Wrangler Anyar Ludes Diborong Crazy Rich Indonesian

Bagi pencinta sport utility vehicle (SUV) tangguh di Indonesia, kehadiran all new Jeep Wrangler memang sudah dinanti. Bahkan, meskipun berstatus baru diluncurkan, mobil ikonik asal Amerika Serikat ini sudah habis diborong crazy rich Indonesian pencinta offroad.

Dijelaskan Ari Utama, CEO PT Hascar International Motor, untuk kuota awal Jeep Wrangler baru ini sebesar 30 unit. Namun, sebelum proses launching sendiri, model-model sudah habis dipesan.

 
 

"Batch pertama itu 30 unit, dan sudah terjual habis. Tapi, pembelinya justru bukan dari pecinta Jeep sebelumnya, artinya konsumen baru," ujar Ari saat berbincang dengan wartawan di sela-sela peluncuran all new Jeep Wrangler di Kemang, Jakarta Selatan.

Lanjut Ari, sejatinya pihak Hascar meminta 70 unit Jeep Wrangler generasi baru ini. Namun, karena antusias konsumen yang cukup besar di Negeri Paman Sam, pihak prinsipal masih mengejar untuk produksi setir kiri dan untuk setir kanan, Indonesia hanya mendapat jatah 30 unit.

"Untuk batch selanjutnya, produksi Januari 2019 dan itu daftar indennya sudah panjang. Untuk unit tahun depan, kira-kira sampai di konsumen April 2019," pungkasnya.

Untuk diketahui, Jeep Wrangler terbaru ini ditawarkan dalam lima varian, yaitu Rubicon dua pintu yang dibanderol Rp 1,499 miliar, empat pintu Rp 1,599 miliar. Kemudian, varian Sahara empat pintu Rp 1,499 miliar. Dan terakhir, adalah Sport dua pintu Rp 1,199 miliar dan empat pintu Rp 1,399 miliar.

Untuk semua harga tersebut, masih berstatus off the road.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading