Sukses

Emak-Emak Ngamuk, Bus Terjun ke Sungai dan 15 Orang Tewas

Liputan6.com, Chongqing - Sebuah bus terjun bebas dari sebuah jembatan ke dasar sungai Yangtze, Chongqing, Cina, Minggu lalu. Dalam kecelakaan tersebut, setidaknya 15 orang ditemukan tewas terjebak di dalam bus.

Usut punya usut, kecelakaan mengerikan tersebut disebabkan oleh seorang penumpang emak-emak berusia 48 tahun yang mengamuk dan menyerang pengemudi bus. Demikian dilansir Carscoops, Senin (5/11/2018).

Dari rekaman di dalam bus, sebelum terjun ke sungai, sang sopir bus terlihat mendapatkan serangan hingga akhirnya hilang kendali, yang kemudian menabrak mobil, lalu menghantam pembatas jalan, dan terjun bebas ke dasar sungai.

Menurut kepolisian setempat, awal mula penyebab kecelakaan tersebut karena sang sopir menolak berhenti di lokasi pelaku inginkan. Alhasil dia memukul pengemudi dengan telepon genggamnya.

Seketika itu pula bus terjun dari jembatan ke dasar sungai hingga jarak 71 meter dari permukaan.

 

 

2 dari 3 halaman

Saksikan Videonya di Bawah Ini:

3 dari 3 halaman

Viral, Monyet Ikut-ikutan Mengemudikan Bus

Sebuah rekaman video viral di dunia maya di negeri Hindustan, India. Bagaimana tidak, dalam rekaman video tersebut terlihat seekor monyet Langur ikut mengemudikan lingkar kemudi bus yang sedang melaju.

Namun yang menjadi permasalahan adalah sang pengemudi bernama Prakesh, membiarkan monyet tersebut ikut mengendalikan setir.

Seperti dalam rekaman tersebut, Prakesh memang begitu kompak dengan sang monyet. dimana tangan kiri dan kaki Prakesh mengendalikan tuas transmisi dan kopling serta gas-rem, sedangkan monyet tersebut mengendalikan lingkar kemudi.

Bahkan, monyet itu nangkring di lingkar kemudi selama beberapa menit di dalam bus yang melaju dari Davanagere ke Bharamasagara, pada 1 Oktober 2018. Meski tak ada keluhan langsung, tentu saja hal ini dikhawatirkan dapat mengancam nyawa para penumpang.

Atas kejadian ini pula, Prakesh yang berkerja untuk perusahaan jasa transportasi Karnataka State Road Transport Service (KSRTC), dipindahtugaskan. Demikian dilansir CarToq, Kamis (11/10/2018).

“Kami telah memindahkan sopir dari tugas dan telah meminta inspektur divisi keamanan untuk melakukan penyelidikan. Dia tidak akan diberi tugas lebih lanjut sampai penyelidikan selesai. Dia bahkan bisa diskors," tulis pernyataan perusahaan bus.

Usut punya usut, monyet Lanur tersebut dimiliki seorang penumpang bus yang diketahui sebagai seorang guru. Sang guru, yang kerap melakukan perjalanan dan membawa monyetnya itu rupanya duduk di dekat sopir, karena dikhawatirkan jika duduk di belakang maka hal itu akan mengganggu penumpang lainnya.

Saat hendak pergi dengan menumpangi bus KSRTC jurusan Davanagere dan Bharamasagara, monyet tersebut memang sangat nurut. Hingga akhirnya saat hendak turun dari bus monyet tersebut melompat ke lingkar kemudi.

Hingga akhirnya saat bus berhenti dan sang guru turun, monyet tersebut ikut turun.

 

Artikel Selanjutnya
Intip Fasilitas Tempat Istirahat Sopir Bus di Ancol
Artikel Selanjutnya
Gandeng Glad, PPD Sediakan Bus Khusus Perempuan