Melihat Ruang Kendali Transportasi Haji di Makkah, Pantau Mobilitas Jemaah 24 Jam

Petugas memantau pergerakan ratusan bus Angkutan Kota Antar Perhajian (AKAP) secara real-time.

Diterbitkan 13 Mei 2026, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengamati pergerakan ribuan jemaah haji Indonesia melalui sebuah ruang monitor transportasi berukuran sekitar 6x4 meter di Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja (Daker) Makkah.

Meski tidak luas, ruangan yang berada tepat di depan area resepsionis itu menjadi pusat kendali mobilitas jemaah selama 24 jam penuh. Petugas memantau pergerakan ratusan bus Angkutan Kota Antar Perhajian (AKAP) secara real-time melalui lima layar monitor besar yang terpasang di dinding ruang layanan.

Setiap titik yang muncul di layar menunjukkan posisi bus pengangkut jemaah dari Madinah menuju Makkah maupun arah sebaliknya. Petugas menggunakan sistem GPS terintegrasi untuk memastikan armada bergerak sesuai jalur dan tiba tepat waktu di hotel tujuan.

Pada Minggu 10 Mei 2026, ruang kendali transportasi terlihat sibuk memantau pergerakan gelombang pertama jemaah. Salah satu petugas layanan transportasi, Arudi, terus berkoordinasi menggunakan handy talky yang biasa disebut petugas sebagai 'Bravo'.

Di saat bersamaan, petugas lain memonitor posisi bus yang membawa jemaah Kloter 29 Embarkasi Solo (SOC 29). Koordinasi dilakukan secara intensif dengan petugas sektor dan kru bus agar hotel, serta konsumsi jemaah siap saat rombongan tiba.

"Jadi patokannya itu posisi bus ada di kilometer berapa dengan jarak hotel. Misalnya posisi ada di kilometer sekian kurang lebih dua jam akan sampai di sektor, jadi mereka sudah siap-siap," kata Arudi.

 

Meningkatnya Pergerakan Jemaah

Pergerakan jemaah menuju Makkah meningkat dalam beberapa hari terakhir. Pada hari tersebut, 20 kloter diberangkatkan dari Madinah ke Makkah menggunakan 132 armada bus yang mengangkut 7.838 jemaah.

Petugas di ruang kendali terus memantau jalur perjalanan untuk mengantisipasi keterlambatan, kesalahan rute, maupun kendala di lapangan yang dapat mengganggu mobilitas jemaah.

Kepala Seksi Transportasi Daker Makkah, Moh Afifuddin Zuhri mengatakan, sistem pelacakan digital membantu petugas mengetahui posisi jemaah secara lebih akurat selama perjalanan antar kota di Arab Saudi.

"Bagi kita, pelayanan lebih baik ketika kita sudah tahu posisi jemaahnya," kata Afifuddin.

Menurut dia, sistem tracking juga memudahkan petugas menyesuaikan kesiapan layanan di hotel tujuan jika terjadi hambatan perjalanan di jalan.

"Seperti kemarin ada kendala di jalan dari Jeddah karena ada pemeriksaan otoritas keamanan Arab Saudi," ucap Afifuddin.

Afifuddin menjelaskan estimasi waktu perjalanan bus tidak selalu sesuai jadwal karena kondisi lalu lintas dan kecepatan kendaraan berbeda-beda. Karena itu, pemantauan GPS menjadi instrumen penting dalam pengambilan keputusan di lapangan.

Tim transportasi di Madinah juga terlibat dalam proses pengawasan perjalanan jemaah. Mereka melakukan verifikasi data keberangkatan dan berkoordinasi dengan Daker Bandara, serta operator bus untuk memastikan seluruh armada bergerak sesuai jadwal.