Sukses

'Gas Tipis', Mudik Santai Jakarta-Solo Cuma 10 Jam

Liputan6.com, Jakarta - Tol Trans Jawa memang sudah bisa dilalui oleh para pemudik, dari Jakarta hingga Surabaya. Namun, beberapa ruas di antaranya masih berstatus tol fungsional alias belum selesai pembangunannya.

Meski begitu, banyak pemudik yang mengaku adanya tol baru ini, perjalanan mudik memakan waktu lebih cepat dibandingkan tahun lalu.

Seperti diketahui, sejumlah jalan tol fungsional Trans Jawa yang bisa dilewati tanpa tarif di antaranya tol Brebes Timur-Pemalang (37,3 km), Pemalang-Batang (39,2 km), Batang-Semarang (75 km), Salatiga-Kartasura (32 km), Solo-Sragen (36 km), dan Wilangan-Kertosono (37 km).

Sejumlah pemudik mengaku merasakan dampaknya lebih baik dibandingkan tahun lalu dengan adanya Tol Trans Jawa tersebut.

Seperti Yeni Suhartoko, warga Pondok Kelapa, yang kemarin baru saja mudik ke kampung halamannya, Sragen, Jawa Tengah. Ia mengaku waktu tempuh tahun ini lebih cepat dibandingkan tahun lalu.

Kali ini, Yeni berangkat dari Jakarta usai salat Subuh dan sore sudah sampai di Sragen.

"Tahun ini dari Jakarta-Solo itu hanya 10 jam. Beda dengan tahun 2017, saya tempuh 15 jam. Jadi tahun ini memang lebih cepat 5 jam dengan adanya jalan tol ini," kata Yeni saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (12/6/2018).

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Meski tidak menyebut nominalnya, pengguna Mercedes-Benz GLC ini mengaku konsumsi bahan bakarnya lebih irit dari tahun lalu. Biaya yang habis di jalan juga tak banyak karena ia masih menjalankan puasanya.

"Saya puasa, jadi buka di jalan habis Rp 80 ribu itu untuk tiga orang, beli soto," kata Yeni.

Untuk titik kemacetannya sendiri, menurutnya, terjadi pada pintu tol Brexit dan Karang Gede Salatiga.

"Karang Gede-Salatiga itu macet karena antrean keluar tol. Titik macet juga di rest area karena mobil pelan-pelan. Sama satu lagi di tol Cikarang, bikin macet," ujarnya.

Hal senada juga dirasakan oleh Kartinah. Warga Kalimalang, Jakarta Timur, ini mengaku perjalanan mudiknya lebih cepat.

"Dari Kalimalang ke Gunung Kidul. Tadinya 20 jam (tahun lalu), tapi sekarang 16 jam. Bedanya empat jam lebih cepat," kata Kartinah.

Sebelumnya, ia memperkirakan bahwa sampai ke Yogyakarta bisa sampai pukul 8 malam, tapi ternyata lebih cepat.

"Saya jalan santai, kisaran 80-100 km/jam," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini: