Sukses

Tes Jalan, Kia Sorento Buka-bukaan

Liputan6.com, Delhi - Seorang netizen mengabadikannya saat Kia Sorento melaju tanpa kamuflase. Padahal Kia Sorento akan diperkenalkan di ajang Auto Expo 2018 yang akan berlangsung Februari mendatang di India.

Penampilan Kia Sorento akan menjadi salah satu citra merek mobil premium di negara tersebut.

Dilansir dari Rushlane, Kamis (4/1/2018) Kia Sorento yang merupakan generasi ketiga SUV ini akan menjadi saingan Toyota Fortuner, Ford Endeavour, dan Skoda Kodiaq. Sorento tersedia dalam versi lima dan tujuh tempat duduk.

Mobil ini memiliki dimensi panjang 4.780 mm, lebar 1.890 mm, dan tinggi 1.685 mm. Memiliki bobot yang tidak terlalu berat, itu menjadikan kelebihan tersendiri sehingga mobil mewah ini makin mantap saat dikendarai di jalanan aspal maupun off road.

Tertangkap kamera sedang diuji coba di India (rushlane)

Kia Sorento juga dibekali dengan tangki BBM yang mampu menampung sekitar 70 liter bahan bakar yang akan mambuat mobil ini mampu menempuh parjalanan dengan jarak yang cukup jauh dengan sekali pengisian bahan bakar.

Belum diketahui berapa harga jual model baru ini nantinya. Di Indonesia Kia Sorento dibanderol sekitar Rp 500 jutaan, harga yang pas dan cocok untuk sebuah mobil kelas menengah ke atas.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

1 dari 2 halaman

Mobil Kecil Kia Sasar Pasar Eropa

Keputusan KIA Motors membajak desainer kesohor Audi, Peter Schreyer, membawa mereka ke titik kesuksesan. Sejak Schreyer bergabung pada 2006 dan menghadirkan model baru hasil racikannya sendiri pada 2011, brand KIA langsung melesat.

Di tangan Schreyer, desain mobil KIA tidak lagi kaku. Desainnya kini tampak lebih modern, mewah, dan elegan. Hasilnya, penjualan KIA mengalami pertumbuhan.

Business Development General Manager KIA Mobil Indonesia, Harry Yanto mengatakan, produk-produk KIA menyasar pasar yang berbeda.

"Mobil-mobil kecil itu paling banyak dijual ke Eropa. Jadi makanya punya desain, handling dia larinya ke Eropa. Macam Rio, Sportage ini larinya ke Eropa maupun Picanto jualannya ke Eropa," terang Harry di kawasan Ancol, Jakarta, baru-baru ini.

"Tapi kalau bicara mobil-mobil gede macam Sedona, Sorento, mobil cc gede-gede mereka kiblatnya ke Amerika, karena Amerika identiknya dengan mobil-mobil mesin gede," tambahnya.

Salah satu alasan mobil dengan dimensi besar lebih banyak dijual di Amerika karena harga bahan bakar yang relatif murah.

"Jadi kenapa mobil dimensi besar, seperti Sedona dan Sorento itu paling banyak dijual di Amerika karena ciri khas mereka kan bensin murah, cc 4.000, 6.000 bagi mereka gak masalah jadi marketmereka development-nya begitu," sambungnya.

"Kalau Eropa mereka punya length terbatas karena negara-negaranya kecil-kecil, parkirnya susah jalannya gitu-gitu saja jadi mereka lebih seneng mobil kecil," pungkasnya.