Pimpinan DPR Dorong Penguatan Irigasi dan Ketahanan Pangan di Lombok

Jumlah Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di Pulau Lombok meningkat dari 19 titik menjadi 135 titik pada 2026.

Diterbitkan 23 Juni 2026, 23:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinasi Ekonomi dan Keuangan, Sari Yuliati, menegaskan komitmennya untuk mendorong pembangunan sektor pertanian dan infrastruktur pedesaan di Pulau Lombok melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI).

Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri penandatanganan perjanjian kerja sama dan pakta integritas antara Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara I dengan kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di Mataram, Selasa (23/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Sari mengucapkan selamat kepada kelompok P3A yang ditetapkan sebagai penerima Program P3TGAI Tahun 2026. Ia menilai program tersebut penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

“Program ini bukan sekadar pembangunan saluran irigasi, tetapi investasi jangka panjang untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Air adalah kebutuhan utama pertanian, sehingga keberadaan jaringan irigasi yang baik akan memberikan kepastian bagi petani dalam mengelola lahannya,” kata Sari.

Menurut dia, penandatanganan perjanjian kerja sama dan pakta integritas menjadi bentuk komitmen bersama agar pelaksanaan program berjalan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

Sari menegaskan setiap anggaran negara yang dialokasikan melalui program tersebut harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama melalui peningkatan kualitas jaringan irigasi.

“Keberhasilan sektor pertanian sangat bergantung pada ketersediaan air yang memadai. Irigasi yang berfungsi dengan baik akan meningkatkan indeks pertanaman, menjaga produktivitas lahan, dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” ujarnya.

 

Punya Dampak Ekonomi Luas

Selain mendukung sektor pertanian, Program P3TGAI juga dinilai memiliki dampak ekonomi yang luas karena dilaksanakan melalui mekanisme swakelola masyarakat.

Melalui skema tersebut, kelompok P3A menjadi pelaksana utama pembangunan sehingga dapat menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan perekonomian desa.

“Pelibatan tenaga kerja lokal dan penggunaan sumber daya setempat akan memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat. Karena itu saya mengajak seluruh kelompok P3A menjaga kualitas pekerjaan dan memegang teguh integritas dalam pelaksanaan program,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Sari juga memaparkan peningkatan jumlah Program P3TGAI yang diperjuangkan untuk Pulau Lombok. Pada 2025, jumlah program yang terealisasi sebanyak 19 titik, sedangkan pada 2026 meningkat menjadi 135 titik.

“Terjadi peningkatan sekitar 610 persen. Ini menunjukkan bahwa aspirasi masyarakat Lombok terus kami perjuangkan sehingga mendapatkan perhatian yang lebih besar dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Selain program irigasi, Sari menyebut sejumlah program pembangunan lain juga mengalami peningkatan, mulai dari Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas), Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), hingga bantuan rumah layak huni.

Ia mengatakan jumlah bantuan rumah layak huni yang berhasil diperjuangkan meningkat dari 350 unit pada tahun sebelumnya menjadi 2.410 unit pada 2026.

“Peningkatan ini merupakan bentuk nyata komitmen kami untuk memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat, baik di bidang pertanian, infrastruktur, sanitasi, maupun perumahan,” kata Sari.

Menurutnya, pembangunan harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Karena itu, ia berkomitmen terus mengawal berbagai program pembangunan agar tepat sasaran dan berdampak terhadap kesejahteraan warga.

“Pembangunan harus dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Karena itu saya akan terus memperjuangkan lebih banyak program untuk Pulau Lombok dan sekitarnya dan memastikan setiap program benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya.