Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memantau dan memperkuat implementasi model pertanian terpadu berbasis hulu–hilir melalui Program The Development of Integrated System in Upland Areas Project (UPLAND). Program ini dirancang untuk mengembangkan sektor pertanian dan peternakan secara terpadu di wilayah dataran tinggi.
Model yang diterapkan mengintegrasikan kegiatan on-farm dan off-farm dalam satu sistem agribisnis yang utuh, mulai dari produksi, pengolahan hingga pemasaran. Kegiatan on-farm difokuskan pada peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan melalui pembangunan infrastruktur pertanian, penyediaan sarana produksi, pelatihan petani, serta modernisasi teknologi. Targetnya, petani dataran tinggi memiliki produktivitas lebih tinggi dan pendapatan yang berkelanjutan.
Adapun kegiatan off-farm diarahkan untuk memperkuat sisi hilir melalui diversifikasi usaha, pengolahan pascapanen, pembentukan unit usaha bersama, serta fasilitasi pemasaran hingga ekspor.
Advertisement
Program ini telah memberikan dampak nyata di sejumlah sentra industri pertanian. Salah satunya di Kabupaten Garut, Jawa Barat—terutama di Desa Sukawangi, Kecamatan Cisurupan, yang selama lima tahun terakhir menjadi lokasi pengembangan industri kentang melalui UPLAND.
Dengan investasi hingga Rp80 miliar, program tersebut membangun infrastruktur pendukung seperti jalan usaha tani dan gudang, sekaligus mendorong penerapan teknologi dan pembentukan korporasi petani untuk memperkuat pemasaran.
Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) Kementan, Hermanto, menyebut Kabupaten Garut memiliki potensi pengembangan besar dengan lahan existing sekitar 800 hektare.
"Menerima manfaat secara langsung selama lima tahun melalui program UPLAND, berhasil meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Garut,” ujarnya.
Percepat Pemasaran Ekspor
Hermanto menambahkan, pemerintah daerah kini menyatakan kesiapan melanjutkan pengembangan secara mandiri agar manfaat ekonomi bagi petani terus berlanjut.
"Hal ini diharapkan meningkatkan kesejahteraan petani di dataran tinggi Kabupaten Garut,” katanya.
Dampak program juga dirasakan di Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.Kopi robusta dan arabika berkualitas premium dari ketinggian 500–1.100 mdpl untuk pertama kalinya menembus pasar ekspor. Sebanyak 17 ton kopi telah dikirim ke Dubai, Uni Emirat Arab.
Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, mengatakan sebelumnya pemasaran kopi daerah tersebut lebih banyak menyasar pasar lokal.
"Melalui kerja sama dengan INFAD dan ISDB di proyek UPLAND, kami melakukan percepatan pemasaran ekspor. Ini adalah pecah telur yang kami harap dapat berlanjut dan memberikan harga yang layak bagi petani,” ujar dia.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937406/original/087834900_1725530761-Infografis_SQ_Prabowo_Bidik_Pertumbuhan_Ekonomi_Tembus_8_Persen.jpg)
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317507/original/011159500_1786016808-cek_fakta_gibran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310889/original/017316800_1785380146-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-30T095434.257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312077/original/024885800_1785478974-indomaret.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316854/original/006178900_1785992062-Screenshot_2026-08-06_113022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5442108/original/057021700_1765527978-WhatsApp_Image_2025-12-12_at_08.56.16.jpeg)