Sukses

Kentang Bagus Atau Tidak Sih Untuk Diet? Ini Alasan yang Perlu Anda Tahu

Liputan6.com, Jakarta Kentang adalah salah satu alternatif karbohidrat pengganti nasi. Banyaknya jenis diet hari-hari ini menimbulkan kebingungan dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi, salah satunya kentang. 

Sebagian orang masih bingung apakah boleh mengonsumsi kentang saat sedang diet. Padahal kentang merupakan jenis tanaman umbi-umbian yang kaya akan vitamin dan mineral bagi tubuh, seperti kalsium, kalium, fosfor, dan vitamin C.

Tak jarang juga orang memilih mengonsumsi kentang saat ingin menurunkan berat badan. Namun, pertanyaannya apakah kentang bagus untuk diet dan ampuh untuk menurunkan berat badan?

Melansir CNN, Selasa (27/7/2021), kalium yang terdapat dalam kentang lebih tinggi dibandingkan pisang. Jika ingin mengonsumsi kentang sebagai makanan pengganti nasi, tidak menjadi masalah.

Kentang tentunya dapat membuat Anda kenyang lebih lama karena mengandung serat. Asupan makanan menjadi lebih terkontrol sehingga asupan makanan akan menjadi lebih sedikit.

Kemudian, kandungan tersebut dapat membantu melancarkan pencernaan Anda dan mencegah terjadinya sembelit. Meskipun begitu, ada hal-hal yang perlu diperhatikan kembali. Ketika mengonsumsi kentang itu diperbolehkan, Anda juga harus menjaga asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh.

Indeks Glikemik yang Tinggi

Kentang memiliki indeks glikemik yang tinggi. Indeks glikemik adalah kandungan gula yang terdapat dalam suatu makanan.

Glikemik yang tinggi membuat kentang lebih cepat berubah menjadi gula sehingga mempengaruhi gula darah anda. Untuk yang memiliki penyakit diabetes, hal ini tentunya akan berdampak buruk.

Penelitian yang diterbitkan oleh Journal of American College of Nutrition menemukan bahwa mengonsumsi kentang tidak mengakibatkan berat badan naik meskipun kandungan glikemiknya tinggi.

Selain itu, cara memasak kentang juga menentukan seberapa tinggi indeks glikemik dalam kentang. Misalnya bagaimana cara kentang tersebut dimasak dan bagaimana cara Anda memakan kentang.

Masih belum dapat disimpulkan bahwa kentang menjadi faktor penyebab kegemukan. Nyatanya, penelitian-penelitian mengenai diet selama ini menemukan bahwa penurunan badan bisa saja terjadi dengan segala jenis metode. Dengan syarat adanya pembatasan kalori. 

 

Saksikan Video Ini

Kesalahan dalam Mengonsumsi Kentang

Kentang yang dipanggang dengan kulitnya, tentu adalah makanan sehat dan rendah kalori. Namun, komposisi nutrisi yang tersedia akan berbeda jika Anda menggabungnya dengan sayur-sayuran yang lain.

Penjelasan sebelumnya sudah menjelaskan bahwa indeks glikemik pada kentang bergantung dari cara Anda memasaknya. Kesalahan dalam mengonsumsi kentang saat menjalankan program diet Anda adalah french fries.

Penelitian yang kemudian diterbitkan oleh American Journal of Clinical Nutrition pada 2013 meneliti efek samping kentang terhadap berat badan.

Penemuan yang ditemukan adalah french fries dapat meningkatkan obesitas sekaligus obesitas tipe 2. Hal tersebut menyorot pada program diem yang sedang dijalankan bahwa cara makan juga sangat berpengaruh.

Kesalahan lainnya yang harus dihindari adalah sebagai berikut.

Memasak Kentang Dengan Cara Tidak Sehat

Mengacu pada penelitian American Journal of Clinical Nutrition, kentang goreng bersifat tidak netral seperti kentang biasa sehingga dapat menyebabkan obesitas dan diabetes. Kentang yang diolah dengan cara digoreng seperti restoran fast food mengubah bentuk aslinya. 

Satu porsi kentang goreng berukuran sedang memiliki kalori sebesar 380 kalori dengan 18 gram lemak, 221 milligram sodium, dan 50 gram karbohidrat.

Meskipun demikian, hal yang dapat dilakukan dan diingat adalah lebih baik memanggang kentang, dibanding menggorengnya dengan deep fried. Anda juga bisa menambahkan topping keju atau mayonaise rendah lemak sebagai gantinya.

Tidak Mengontrol Porsi Makan

Ketika memilih kentang sebagai pilihan untuk memenuhi asupan karbohidrat Anda, perlu untuk memperhatikan makanan lainnya yang akan dikonsumsi. Saat mencoba diet rendah kalori, hitung jumlah kalori yang masuk dan menetapkan jumlah porsi yang sesuai.

Tidak Memakan Kulit Kentang

Mengonsumsi kentang bersamaan dengan kulitnya dapat menyumbang kandungan serat bagi tubuh Anda. Dengan tidak membuang kulit kentangnya, menyisakan 7 persen kebutuhan serat Anda untuk hari itu. 

Serat adalah nutrisi penting untuk menurunkan berat badan. Mempertahankan kulitnya pada kentang saat dipanggang akan membuat Anda lebih kenyang setelah makan. Asupan kalori yang masuk pun menjadi lebih terkontrol.

Tips agar kulit tetap higienis saat dimasak adalah menggosok permukaan kentang terlebih dahulu untuk menghilangkan kotoran/serangga, lalu panggang kentang.

Reporter: Caroline Saskia