Sukses

Jangan Buang-buang Waktu Saat Belanja, Ini Caranya

Liputan6.com, Jakarta Dengan akses teknologi yang lebih mudah, toko-toko daring semakin digemari di era sekarang. Banyak orang juga merasa bahwa berbelanja di toko daring terbilang lebih santai karena bisa dilakukan di mana saja.

Namun dilansir dari Lifehack.org, Jumat (22/11/2019), berbelanja secara langsung juga dapat memberikan banyak keuntungan. Anda tidak mungkin salah ukuran saat membeli pakaian, barang yang dibeli tak rentan tertukar. Juga tak perlu berlama-lama menunggu jasa pengiriman untuk mendapatkannya.

Nah, agar berbelanja di pusat perbelanjaan atau toko tertentu jadi lebih efisien, Anda dapat mencoba tiga trik berikut:

1. Cari informasi sebelum belanja

Sebelum berbelanja, carilah informasi kesediaan barang yang Anda butuhkan di sejumlah situs belanja online. Jika barang yang Anda beli merupakan peralatan rumah tangga, Anda juga dapat mengecek keasliannya melalui sejumlah kajian online.

Selain itu, Anda juga dapat meminta informasi dari para tetangga atau teman yang pernah menggunakan produk tersebut. Pastikan toko yang Anda datangi memang menjual produk yang tengah dibutuhkan.

2. Membuat jadwal belanja

Susunlah jadwal belanja kebutuhan sehari-hari sekitar seminggu sekali. Lalu berbelanjalah di toko yang dekat dengan rumah.

Sebelum berbelanja, tanyakan kebutuhan anggota keluarga yang lain agar Anda tak perlu kembali ke toko di luar jadwal tersebut. Pastikan toko tersebut juga menyediakan segala perlengkapan yang Anda butuhkan serta memiliki ketentuan pembelian yang jelas

3. Membuat daftar belanjaan

Mengetahui apa yang Anda butuhkan merupakan hal yang sangat penting sebelum berbelanja. Buatlah daftar keperluan tersebut sebelum pergi ke tempat belanja agar Anda tidak membuang waktu berpikir apa yang ingin dibeli.

Saat tiba di tempat belanja, patuhi daftar yang telah dibuat dan jangan melirik barang-barang lain. Tergiur dengan barang-barang lain berarti Anda telah kehilangan banyak waktu.

2 dari 2 halaman

Tips Menabung buat yang Hobi Belanja

 Menabung merupakan suatu keharusan untuk menstabilkan keuangan. Dengan menabung, kebutuhan darurat atau yang bernilai besar bisa tetap dipenuhi. Untuk itu, kamu harus menyisihkan penghasilan untuk ditabung. 

Namun langkah ini sepertinya terlihat sulit bagi mereka yang hobi belanja. Pastinya, buat kamu yang hobi belanja harus lebih mengontrol pengeluaran agar tabungan tidak menipis.

Namun jangan khawatir, simak saja cara menabung yang efektif dari Swara Tunaiku ini, untuk mengamankan keuangan bagi kamu yang hobi belanja. Apa saja?

 

 

 

1. Mempunyai Tujuan Menabung

Kestabilan finansial sangat penting untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Kestabilan tersebut dapat diupayakan dengan membudayakan kegiatan menabung.

Akan tetapi, kebiasaan belanja yang berlebihan sering kali mengacaukan kondisi keuangan. Agar tidak demikian, kamu perlu memantapkan diri untuk mulai menabung. Hal ini perlu agar sukses menabung berjangka panjang.

Kondisi finansial bisa membaik ketika kegiatan menabung ini berlangsung lama karena semuanya tidak bisa instan. Dengan mempunyai tekad kuat untuk menabung, kamu akan selalu ingat untuk menyisihkan penghasilan sebagai dana tabungan.

2. Konsisten pada Tujuan Menabung

Konsistensi sangat penting dalam semua hal, termasuk menabung. Setelah mantap dan bertekad akan menabung, konsistensi akan muncul. Hal ini harus dipertahankan dan ditingkatkan jika penghasilan meningkat. Dengan konsistensi ini, budaya menabung akan terbentuk. Kondisi keuangan bisa stabil.

3. Membuat Perencanaan Keuangan
 
Perencanaan keuangan sangat diperlukan untuk memetakan alokasi dana. Pemenuhan kebutuhan sudah seharusnya disesuaikan dengan penghasilan dan sisanya ditabung. Skala prioritas kebutuhan dapat memudahkanmu menyusun urutan pemenuhan kebutuhan berdasarkan tingkat kepentingan. Dengan cara ini, dana untuk menabung bisa disisihkan dengan baik dan selalu ada.

Pembuatan skala prioritas kebutuhan ini juga harus disertakan range dana untuk setiap aspek kebutuhan. Tujuannya agar setiap kebutuhan mempunyai perencanaan anggaran dana sendiri. Dengan demikian, kamu tak perlu pusing akibat dana sisanya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan terakhir. Hal ini tidak akan terjadi, sehingga kamu tidak terpaksa berutang.

4. Memilih Tempat Penyimpanan Uang

Tempat penyimpanan uang sangat penting untuk mensukseskan upaya menabungmu. Kamu diharapkan bisa menabung di bank sebagai tempat penyimpanan yang aman dan di celengan sebagai tempat penyimpanan uang di rumah. Melalui cara ini, tabungan utama kamu di bank akan aman dan tabungan di rumah untuk uang receh bisa dikumpulkan pula.

5. Membuat Jadwal Menabung

Jadwal menabung sangat penting untuk mendisiplinkan budaya menabung. Kamu bisa menentukan akan menabung berapa kali selama seminggu.

Menabung rutin ini bisa dilakukan di rumah dan ditabungkan di bank setelah terkumpul. Kamu juga bisa langsung menabung di bank sebulan dua kali misalnya, tentu dalam jumlah yang lebih besar.

6. Menerapkan Sistem Amplop

Sistem amplop di sini adalah menyimpan uang di amplop agar memudahkan alokasinya. Jadi, kamu bisa membuat beberapa pos dana untuk memenuhi setiap aspek kebutuhan dan uangnya dimasukkan ke dalam amplop yang sudah diberi keterangan. Dengan demikian, pemakaian dana akan terarah dan dana tabungan tetap ada dalam salah satu pos dana tersebut.

7. Tidak Konsumtif

Tidak konsumtif adalah kunci kesuksesan menabung. Kamu bisa melanjutkan misi menabung jika uang tidak habis untuk sekadar berbelanja.

Sifat konsumtif ini memang harus dihindari sebelum semakin membudaya dan justru akan mengacaukan kondisi keuanganmu. Utamakanlah kebutuhan terlebih dahulu sebelum keinginan. Sesuaikan pula pemakaian dana dengan penghasilan.

Berbagai cara menabung di atas perlu diterapkan agar keuanganmu stabil. Kebutuhan juga bisa dipenuhi dengan baik sesuai kemampuan finansial.

Perencanaan keuangan sangat membantu agar kegiatan belanjamu tidak mengacaukan kondisi finansial. Diperlukan konsistensi untuk menabung, sehingga budayakan menabung sejak dini. Jika tidak sekarang, kapan lagi?

Loading
Artikel Selanjutnya
Mengenal Istilah Lovebombing, Apa Itu?
Artikel Selanjutnya
5 Gelaja Pada Bayi yang Harus Diwaspadai Orangtua