Pengungsi Ambon Masih Tinggal di Barak

Rumah tinggal yang pernah dijanjikan pemerintah setempat belum terwujud. Berdasarkan data Dinas Sosial Maluku, jumlah pengungsi mencapai 6.000 kepala keluarga atau sekitar 30 ribu jiwa.

Diterbitkan 18 Maret 2005, 19:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Ambon: Konflik Ambon sudah enam tahun berlalu. Namun, ribuan pengungsi masih tinggal di barak-barak pengungsian. Sebab, hingga kini, rumah tinggal yang pernah dijanjikan pemerintah setempat belum terwujud. Menurut data Dinas Sosial Provinsi Maluku, jumlah pengungsi mencapai 6.000 kepala keluarga atau 30 ribu jiwa.

Kawasan Poka, Rumah Tiga, dan Tihu di Kecamatan Teluk Ambon Baguala adalah contoh perkampungan yang hancur akibat konflik yang hingga kini belum juga dibangun pemerintah. Dinas Sosial mengklaim telah membangun 800 unit rumah di kawasan itu. Namun nyatanya tidak. Tak satu pun rumah yang dibangun dapat ditemui [baca: Ribuan Pengungsi Ambon Belum Mendapat Rumah]

Dinas sosial setempat juga menyatakan telah memberikan bantuan bahan bangunan kepada para pengungsi untuk membangun rumah. Namun, rumah belum bisa dibangun dengan alasan keamanan. Karena itu, para pengungsi masih tinggal di barak-barak pengungsian dengan fasilitas seadanya. Kini, persediaan air bersih menjadi masalah serius bagi mereka.(AWD/Sahlan Heluth dan Juhry Samanery)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6