Anggota Dewan Berdoa untuk Gus Yus

Suasana khidmat tampak menyelimuti Gedung DPR. Mereka sedang berdoa bagi Yusuf Muhammad yang menjadi korban kecelakaan pesawat MD-82. Gus Yus adalah salah satu kekuatan politik PKB yang sangat penting.

Diterbitkan 01 Desember 2004, 16:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Rapat kerja di DPR, Rabu (1/12) siang, dihentikan selama 30 menit untuk berdoa bagi Ketua Komisi VII Yusuf Muhammad yang meninggal pada kecelakaan pesawat MD-82 di Bandar Udara Adisumarmo, Solo, Jawa Tengah. Doa dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Sutardjo Soerjogoeritno [baca: Yusuf Muhammad Korban Tewas Pesawat Nahas ].

Doa bersama yang dipusatkan di Gedung Nusantara I DPR, dilakukan berdiri dengan membentuk lingkaran yang di dalamnya ada beberapa karangan bunga. Sekitar 200 anggota Dewan berdoa dengan khidmat. Dalam doanya, Sutardjo, politi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu tak kuasa menahan air matanya.

Selain pimpinan komisi, tampak hadir Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Hamid Awaludin dan Menteri Agama Mahftuh Basyuni. Keduanya pagi tadi, mengikuti rapat kerja dengan Komisi III dan Komisi VIII. Kemudian acara ditutup dengan doa oleh Rahmad Abdullah dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera.

Suasana duka juga terlihat di rumah keluarga Kiai Haji Yusuf Muhammad atau Gus Mus di Kelurahan Tegal Besar, Kaliwates, Jember, Jawa Timur. Sejak malam tadi, sejumlah teman dan santri terus memenuhi Pondok Pesantren Darus Sholah pimpinan Gus Mus, untuk mengikuti tahlilan dan mengucapkan berbelasungkawa.

Keluarga almarhum Gus Yus telah menyiapkan keperluan untuk menyambut kedatangan jenazah serta upacara pemakaman. Menurut rencana, jasad Gus Yus tiba di rumah duka sekitar pagi tadi. Jenazah akan dimakamkan di kompleks makam keluarga di sekitar lingkungan Ponpes Darus Sholah usai salat zuhur.

Sebagai politisi, pengalaman Gus Yus memang dapat dikatakan belum begitu banyak. Keterlibatannya sebagai salah satu pencetus lahirnya Partai Kebangkitan Bangsa pada tahun 1998 mengantarkannya sebagai anggota DPR.

Meski belum lama terjun sebagai politisi, sikap kritisnya dan pengalaman organisasi yang dimilikinya sejak menjadi pelajar dan mahasiswa membuatnya tidak gagap dalam melaksanakan predikat sebagai orang partai.

Lantaran itulah, mantan Ketua Fraksi PKB MPR kerap menjadi andalan PKB untuk melobi partai politik lain dan juga menyiapkan langkah-langkah strategis internal partai. Selain itu, sikap humorisnya juga membuat ia disenangi para koleganya.

Namun Gus Yus tidak pernah melupakan akar budaya yang mengalir dalam darahnya. Setelah menuntut ilmu di Universitas Islam Arab Saudi di Madinah, ia mendirikan Ponpes Darul Sholah pada 1984. Kini, baik PKB maupun Nahdlatul Ulama kehilangan seorang tokoh besarnya.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6