Pihak Keluarga Menolak Makam Munir Dibongkar

Pihak keluarga Munir menolak rencana untuk membongkar makam Munir dengan dalih apa pun termasuk untuk kepentingan otopsi. Dugaan adanya racun di tubuh pejuang HAM itu akan ditangani tim dari Mabes Polri.

Diterbitkan 14 November 2004, 09:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Batu: Meski secara fisik belum menerima hasil otopsi yang menyebutkan Munir meninggal diracun. Keluarga almarhum Munir di Kota Batu, Jawa Timur, mengaku yakin atas hasil otopsi yang menyebutkan bahwa Munir meninggal karena kandungan arsenik atau arsen yang melebihi ambang batas. Untuk itu pihak keluarga menolak rencana untuk membongkar kembali makam Munir dengan dalih apa pun termasuk untuk kepentingan otopsi.

Saat ditemui SCTV di rumahnya di Jalan Diponegoro, Kota Batu, Sabtu (13/11), kakak kandung Munir, Mufid, mengaku yakin dengan hasli otopsi yang dikeluarkan oleh rumah sakit Belanda. Menurut Mufid, hasil otopsi itu sudah cukup akurat. Mufid menambahkan, pihaknya akan menyerahkan masalah tersebut pada aktivis hak asasi manusia (HAM) seperti Imparsial dan Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras). Namun, pihak keluarga juga berharap agar pemerintah turun tangan untuk mengungkap kematian penerima penghargaan Nobel Alternatif (The Right Livehood Award) Tahun 2000 dan Yap Thiam Hien Award 1998 itu.

Menanggapi masalah Munir, pemerintah melalui Departemen Luar Negeri, berjanji akan membuka seluruh akses investigasi pihak polisi yang berencana menyelidiki kematian Munir. Menurut Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, posisi Deplu dalam kasus kematian Munir hanyalah sebagai perantara bagi penyelidikan Markas Besar Polri.

Menurut Wirajuda, hasil otopsi pemerintah Belanda yang dikirimkan lewat departemennya, sudah diserahkan ke Polri. Wirajuda menambahkan, pihaknya juga akan membantu polisi untuk keperluan penyelidikan hingga misteri kematian aktivis Kontras itu dapat terungkap [baca: Munir Diduga Diracun].

Penyelidikan atas dugaan adanya racun di tubuh pejuang HAM itu akan ditangani tim dari Mabes Polri. Rencananya, Polri akan mengirim enam penyelidik pekan depan ke Negeri Kincir Angin. Deplu akan memfasilitasi rencana pengiriman tim itu. Karena hal itu menyangkut hubungan antar negara.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6