48 Siswa SD Diduga Keracunan Siomay MBG, Operasional Dapur Langsung Disetop

Semua siswa sudah mendapat penanganan medis.

Diterbitkan 27 Oktober 2026, 17:20 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pekon Pariaman, Kecamatan Gunung Alip, Kabupaten Tanggamus, Lampung, dihentikan sementara setelah 48 siswa SD Negeri 3 Kedaloman diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (26/10/2026).

Puluhan siswa tersebut mengalami keluhan mual, pusing, hingga muntah setelah menyantap menu siomay yang disajikan. Sebanyak 48 siswa telah mendapat penanganan medis dan kini diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik.

Kasubbag TU KPPG Bandar Lampung, Fitra Alfarisi, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dugaan keracunan tersebut. Dia mengatakan, SPPG Pekon Pariaman telah dikenai sanksi penghentian operasional sementara.

"Iya monitor, sudah diberikan suspend. Kami juga masih mendalami peristiwa ini," kata Fitra, Selasa (27/10).

Kapolres Tanggamus, AKBP AH Hudi Arif mengatakan, seluruh siswa yang terindikasi mengalami keracunan telah dipulangkan setelah kondisi kesehatannya membaik.

"Ada 48 siswa yang terindikasi keracunan, hari ini sudah dipulangkan semua karena sudah membaik kondisinya," ujar Hudi.

Dia memastikan tidak ada siswa yang harus menjalani rawat inap. Meski demikian, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut.

"Anggota Satreskrim kita turunkan untuk berkoordinasi dan melakukan pemeriksaan sampel makanan bersama pengawas SPPG dan dinas terkait," katanya.

Keluhan Muncul Beberapa Jam Setelah Makan MBG

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, membenarkan adanya dugaan keracunan yang dialami puluhan siswa SDN 3 Kedaloman.

"Ya, petugas bersama pihak terkait masih melakukan pemantauan dan penanganan terhadap siswa yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG," ujar Yuni saat dikonfirmasi, Selasa (27/10/2026).

Menurut Yuni, para siswa yang mengalami keluhan mendapat penanganan di Puskesmas Talang Padang dan Puskesmas Kedaloman. Sejumlah siswa juga sempat dibawa ke tempat praktik Bidan Khairun Nisa, bidan desa di Pekon Campang Kanan.

Keluhan mulai disampaikan orang tua siswa sekitar pukul 18.00 WIB. Anak-anak mereka mengalami mual, pusing, hingga muntah setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.

"Para orang tua kemudian membawa anak-anak mereka untuk mendapat pertolongan medis, salah satunya di tempat praktik Bidan Khairun Nisa yang merupakan bidan desa di Pekon Campang Kanan," jelasnya.

Menu Siomay hingga Bumbu Kacang Diperiksa

Berdasarkan penyelidikan sementara, SPPG Pekon Pariaman mendistribusikan makanan MBG kepada 191 siswa dan dewan guru di SDN 3 Kedaloman pada Senin (26/10/2026).

Menu yang dibagikan terdiri dari siomay, telur rebus, kentang rebus, tahu, kol, dan bumbu kacang. Semangka juga tercatat dalam laporan sebagai bagian dari menu yang didistribusikan pada hari tersebut.

Sebelum makanan dibagikan kepada para siswa, guru yang bertugas sebagai penanggung jawab atau person in charge (PIC) disebut telah mencicipinya.

Menurut Yuni, guru tersebut tidak merasakan keluhan setelah mencicipi makanan. Namun, berdasarkan informasi awal yang diterima polisi, sejumlah siswa yang mengalami gejala diduga mengonsumsi makanan setelah membawanya pulang ke rumah.

"Guru mencicipi makanan tidak merasakan keluhan hingga dibagikan kepada para siswa. Tapi dari informasi kami terima, anak-anak yang mengalami keluhan ini, itu mereka yang membawa pulang makanannya ke rumah. Jadi dikonsumsinya selang berapa jam setelah dibagikan," ungkap Yuni.

Meski demikian, penyebab pasti dugaan keracunan tersebut belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Petugas kesehatan telah mengambil sampel makanan dari SPPG Pekon Pariaman untuk diperiksa. Polisi juga berkoordinasi dengan pengawas SPPG dan dinas terkait guna mendalami kejadian tersebut.

"Kami terus memonitor apabila ada penambahan korban yang membutuhkan penanganan medis," pungkas Yuni.

48 pelajar SD di Tanggamus, Lampung alami pusing hingga muntah diduga keracunan siomay menu MBG. (Liputan6.com/Istimewa)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6