Pramono: 34 Potensi Kebakaran Berhasil Dicegah di Jakarta

Upaya pencegahan dilakukan di wilayah padat penduduk dengan melibatkan masyarakat.

Diterbitkan 06 Oktober 2026, 13:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur DKI klaim berhasil cegah 34 potensi kebakaran di September 2026.
  • Pencegahan berkat koordinasi pemda, Damkar, dan masyarakat di wilayah padat.
  • Pemprov DKI siapkan anggaran dan penanganan lintas sektor pasca-kebakaran.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengklaim berhasil mencegah 34 potensi kebakaran di Jakarta sepanjang September 2026. Hal itu tidak terlepas dari komunikasi dan koordinasi antara pemerintah daerah, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), serta masyarakat dalam melakukan tindakan preventif.

"Berkat komunikasi yang baik dan tindakan preventif, sebenarnya hampir ada, kalau enggak salah 34 kebakaran di Jakarta yang berhasil kita tahan, kita cegah," ujar Pramono usai membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Penanggulangan Bencana Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 di Aryaduta Hotel Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Pramono mengatakan, upaya pencegahan terutama dilakukan di wilayah padat penduduk dengan melibatkan masyarakat sejak potensi kebakaran mulai terdeteksi.

"Karena apa? Begitu di awal, masyarakat sudah memberitahu kepada Dinas Kebakaran dan juga masyarakat secara gotong royong melakukan pencegahan itu, terutama di daerah-daerah padat seperti Tambora, Cakung, dan sebagainya," ucap Pramono.

Menurut dia, sistem penanggulangan kebakaran di Jakarta saat ini relatif sudah berjalan dengan baik. Salah satunya melalui penyediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di setiap RW.

"Bahkan kegiatan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang dimiliki per RW kan sudah jalan di Jakarta, walaupun saya harus melakukan pengecekan lagi apakah alatnya itu masih berfungsi dengan baik atau tidak," kata Pramono.

 

Pentingnya Koordinasi

Pramono menilai keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam mencegah dan menangani kebakaran. Masyarakat diharapkan segera melaporkan potensi kebakaran kepada petugas agar dapat ditangani sebelum meluas.

"Tetapi intinya adalah koordinasi di lapangan yang menjadi penting, sehingga dengan demikian keterlibatan masyarakat memberitahu kepada Damkar dan sebagainya, itulah yang menjadi kata kunci di dalam kita memberikan penanggulangan untuk kebakaran yang di Jakarta," sambung dia.

Selain pencegahan, Pemprov DKI Jakarta juga telah menyiapkan anggaran untuk penanganan setelah kebakaran terjadi. Pramono menyebut penanganan dilakukan secara lintas sektor agar kebutuhan warga terdampak dapat ditangani secara menyeluruh.

"Kalau di Jakarta, rata-rata kebakaran karena ada Dinas Sosial, UMKM, Kesehatan, Pendidikan, pasti penanganannya secara menyeluruh tidak parsial. Karena memang kita menganggarkan untuk itu. Jadi pelaksanaan after atau setelah kejadian, itu yang utama," Pramono menandaskan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6