Ditemukan Retak, KAI Tarik 7 Rangkaian KRL Buatan INKA

PT KAI menarik kembali tujuh trainset KRL buatan PT INKA setelah menemukan retakan pada komponen bawah rangka kereta saat pemeriksaan ulang.

Diterbitkan 23 September 2026, 20:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • PT KAI menarik 7 KRL INKA karena keretakan komponen rangka bawah.
  • Keretakan ditemukan saat pemeriksaan ulang KAI pada rangkaian baru.
  • Perbaikan bertahap, dua trainset telah selesai dan siap beroperasi.

Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menarik kembali (recall) tujuh trainset KRL buatan PT Industri Kereta Api (INKA). Langkah ini diambil setelah ditemukannya keretakan pada salah satu komponen di bagian bawah rangka kereta.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa temuan tersebut didapati saat KAI melakukan pemeriksaan ulang terhadap seluruh rangkaian KRL hasil pengadaan anyar.

“Dua minggu tiga minggu yang lalu kami terpaksa me-recall 7 unit train set. Ini kenapa? Karena kami menemukan ketika kami melakukan pengecekan itu ada komponen yang mempunyai potensi fatik, yang mempunyai potensi mengganggu operasional dari kereta ini,” kata Bobby dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Rabu (23/9/2026).

Pemeriksaan bersama antara KAI dan PT INKA mengonfirmasi adanya keretakan (fracture) pada komponen produksi lokal tersebut. Menindaklanjuti temuan itu, KAI menelusuri seluruh rangkaian lain yang menggunakan komponen dari tempat dan kelompok produksi (batch) yang sama.

"Maka dari itu ini sehingga kami melihat mana lagi komponen ini yang diproduksi di batch yang sama. Nah itu ketemu di 7 rangkaian. Jadi 7 rangkaian ini, unit komponen yang diproduksi di tempat yang sama dan batch yang sama. Sehingga kami recall, ya,” ujar Bobby.

 

Perbaikan Secara Bergelombang

Guna menangani masalah ini, KAI dan INKA menerapkan pemeriksaan dengan metode non-destructive test (NDT). Komponen yang terindikasi diuji dengan beban maksimum untuk memastikan batas amannya dari potensi kelahan material (fatigue), sebelum akhirnya dilapisi ulang (coating) dan dipasang kembali.

Proses perbaikan dilakukan secara bergelombang. Bobby mengonfirmasi dua trainset di antaranya telah selesai menjalani perawatan dan siap dioperasikan kembali secara bertahap.

“Dua hari yang lalu sudah satu trainset yang kita rilis untuk kembali beroperasi. Hari ini kita akan rilis satu trainset lagi yang sudah selesai melakukan perawatan,” katanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6