Dishub DKI Siapkan Derek Gratis untuk Truk Mogok

Layanan derek gratis merupakan hasil koordinasi sejumlah pihak dalam upaya mengatasi kemacetan.

Diterbitkan 28 Juli 2026, 17:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Dishub DKI luncurkan derek gratis truk mogok atasi kemacetan.
  • Layanan mulai 9 Agustus 2026, fokus jalur padat Cakung-Cilincing.
  • Dishub usulkan penambahan armada derek besar karena keterbatasan.

Liputan6.com, Jakarta - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyiapkan layanan call center derek gratis untuk kendaraan, khususnya truk bertonase besar yang mogok di jalan.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaludin mengatakan, layanan tersebut merupakan hasil koordinasi dengan Kementerian Perhubungan dalam upaya mengatasi kemacetan, terutama di jalur Cakung-Cilincing yang kerap dipadati kendaraan logistik.

"Tadi kami baru saja juga rapat dengan Kemenhub terkait kemacetan di jalur Cakung-Cilincing, di mana salah satu juga yang menyebabkan kemacetan itu adalah karena adanya truk dengan tonase yang besar yang mogok," kata Budi dalam rapat kerja bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Layanan call center derek gratis dijadwalkan mulai beroperasi pada 9 Agustus 2026. Program ini diharapkan dapat mempercepat penanganan kendaraan mogok yang selama ini kerap memicu kemacetan.

"Namun baru di-launching pada tanggal 9 Agustus dan mereka mencatat tuh dan itu akan dilakukan secara gratis untuk penderekan. Karena ini juga sangat bermanfaat untuk penderekan-penderekan mobil truk dengan tonase besar," ungkap Budi.

 

Keterbatasan Armada

Budi mengakui Dishub DKI masih menghadapi keterbatasan armada derek. Saat ini, instansinya hanya memiliki satu unit mobil derek berkapasitas 40 ton yang ditempatkan di Jakarta Utara, sementara jalur yang dilalui kendaraan bertonase besar juga berada di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Barat.

Karena itu, Dishub DKI mengusulkan penambahan armada derek berkapasitas besar agar jangkauan layanan semakin luas dan penanganan kendaraan mogok dapat dilakukan lebih cepat.

"Tentunya ya memang sangat perlu untuk tonase-tonase yang memang di atas 40. Karena kalau udah satu mogok di depan situ, itu udah pasti macetnya akan panjang sekali karena itu luar biasa," ucap Budi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6