Fajrul Falaakh di Mata Keluarga: Idealis Tapi Ngemong

Sikap Fajrul Falaakh begitu berbekas di hati keluarga. Meski dikenal idealis dan tegas, Fajrul juga sangat ngemong dengan keluarga.

Diterbitkan 12 Februari 2014, 19:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Fajrul Falaakh meninggal dalam usianya ke-55 tahun karena serangan jantung. Sulung dari 7 bersaudara itu dikenal keras dan idealis terhadap isu-isu kemanusiaan dan politik sejak SMA. Di sisi lain, Fajrul juga dikenal sangat lembut dengan keluarganya.

"Mas Fajrul sangat idealis orangnya, jika salah ya salah. Semenjak sekolah itu," kata kata Adik kandung Fajrul, Safira Machrusah di rumah duka, Jalan Dato Tenggara Nomor 8, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (12/2/2014).

Meskipun sangat tegas dan idealis, Fajrul juga dikenal lembut dalam keluarga. Kepeduliannya selalu ditunjukkan kepada semua adiknya, mulai dari hal yang terkecil.

"Mas Fajrul itu selalu ngemong, selalu membimbing kita dengan caranya dia. Selalu mengajarkan kita untuk tidak pragmatis," ungkap Safira.

Safira menambahkan, kelembutannya itu sangat tampak saat pria Gresik, Jawa Timur, 2 April 1959 itu sedang bersama almarhum ibunda. Bahkan, Fajrul lebih dekat dengan sang ibu dibandingkan dengan anak-anaknya.

"Dekat banget dengan almarhum ibu kami dan yang paling dekat ya Mas Fajrul. Dari cara ngertiin semuanya di keluarga ya juga mas Fajrul," tutup Safira.

Fajrul Falaakh juga dikenal sebagai Pakar Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada (UGM). Almarhum meninggalkan seorang istri dan 2 anak laki-laki. Fajrul juga pernah menjadi ketua di gerakan aktivis mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). (Don/Mut)

Baca juga:

Anggota Komisi Hukum Nasional Fajrul Falaakh Tutup Usia

Lailahaillallah dari Fajrul Falaakh Sebelum Ajal

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6