Proyek Suramadu Meminta Tumbal, Seorang Pekerja Tewas

Saifut akhirnya meninggal dunia akibat kehabisan darah di RSUD dokter Sutomo. Dia terluka parah di bagian otak, perut dan pinggul dalam kecelakaan tersebut. Kerugian Rp 1,2 miliar ditanggung pemborong.

Diterbitkan 14 Juli 2004, 10:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Surabaya: Saifut, seorang pekerja proyek Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah dokter Sutomo, Jalan Darmawangsa, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (13/7) sore. Dia meninggal karena terluka parah menyusul patahnya enam balok beton (gierder) jembatan Suramadu. Tim dokter tidak bisa menghentikan pendarahan di bagian pinggul korban. Selain itu, Saifut juga cedera parah di bagian otak dan perut.

Kecelakaan ini tak membuat proyek tersebut mesti dihentikan sementara. Pimpinan Proyek Suramadu sisi Surabaya Zamhir Basuni mengatakan, pembangunan jembatan yang menghubungkan Kota Surabaya dan Bangkalan di Pulau Madura itu terus dilanjutkan. Sedangkan kerugian akibat musibah itu yakni sekitar Rp 1,2 miliar akan ditanggung pemborong. Menurut target, jembatan itu harus selesai dibangun akhir 2006.

Seperti diketahui, musibah itu terjadi ketika korban yang juga warga Peterongan, Jombang, Jatim, itu bersama rekan-rekannya memasang balok jembatan sepanjang 40 meter. Pada pemasangan balok keenam, posisi balok kurang tepat dan menggeser posisi balok lainnya [baca: Balok Jembatan Suramadu Patah]. Keenam balok jembatan yang patah itu berada di antara pilar keenam dan ketujuh jembatan atau sekitar 150 meter dari sisi Surabaya.(YAN/Ismoyo, Agus Sewoto, dan Winanto Nugroho)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6