Eskalator Stasiun Duri Bakal Kembali Beroperasi Pekan Ketiga Oktober

Perbaikan eskalator di Stasiun Duri, Jakarta Barat, masih berlangsung.

Diterbitkan 10 Oktober 2026, 15:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Eskalator Stasiun Duri masih diperbaiki, ditargetkan beroperasi pekan ketiga Oktober 2026.
  • Perbaikan karena masalah sistem penggerak yang menyebabkan eskalator mundur, prioritas keselamatan.
  • KAI Commuter mendampingi 12 pengguna terdampak, menjamin biaya perawatan melalui Jasa Raharja Putra.

Liputan6.com, Jakarta - Perbaikan eskalator di Stasiun Duri, Jakarta Barat, masih berlangsung hingga Sabtu (10/10/2026). KAI Commuter menargetkan fasilitas tersebut kembali beroperasi pada pekan ketiga Oktober setelah seluruh proses perbaikan dan pengujian selesai.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, membenarkan bahwa eskalator tersebut masih dalam perbaikan.

"Betul (masih perbaikan)," kata Karina saat dihubungi Liputan6.com, Sabtu (10/10/2026).

Karina mengatakan, proses perbaikan dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan pengguna sebelum eskalator kembali dioperasikan.

"Ini dilakukan untuk memastikan eskalator berfungsi dengan baik dan aman, sebelum digunakan oleh pengguna. Estimasi eskalator akan operasikan di Minggu ketiga Oktober,” ungkap dia.

Selama perbaikan berlangsung, pengguna Commuter Line dapat menggunakan tangga manual sebagai akses alternatif. Sementara itu, pengguna prioritas dapat memanfaatkan lift yang berada di belakang musala Stasiun Duri.

 

Sistem Penggerak Bermasalah

Sebelumnya, hasil pemeriksaan terhadap eskalator yang mengalami gangguan pada Sabtu (3/10/2026) menunjukkan adanya masalah pada sistem penggerak. Insiden tersebut menyebabkan eskalator bergerak mundur saat digunakan.

KAI Commuter bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan mitra terkait langsung melakukan pemeriksaan setelah kejadian. Tim teknis kini menangani perbaikan eskalator tersebut.

Setelah perbaikan rampung, eskalator akan menjalani uji kelayakan sebelum kembali digunakan untuk memastikan fasilitas tersebut aman bagi pengguna.

Dalam insiden itu, sebanyak 12 pengguna terdampak. Tujuh orang dapat melanjutkan perjalanan, sedangkan lima lainnya sempat dirujuk ke RS Duta Indah untuk mendapatkan perawatan medis.

Dari lima orang yang dirujuk, tiga orang telah kembali ke rumah, sementara dua lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Dari lima orang yang dirujuk, tiga orang sudah kembali ke rumah dan dua orang masih dalam perawatan. Kami akan terus dampingi yang masih dalam perawatan sampai pulih dan kembali ke keluarga dengan kondisi baik,” kata Karina.

KAI Commuter memastikan para pengguna yang terdampak mendapatkan pendampingan, termasuk jaminan biaya perawatan selama masa pemulihan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, perusahaan telah berkoordinasi dengan Jasa Raharja Putra (JRP).

“Kami telah berkoordinasi dengan JRP untuk jaminan pembiayaan kepada seluruh pengguna yang terdampak selama masa perawatan dan pengobatan,” ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6