KEK Kura-Kura Bali Jadi Hub Riset AI dan Semikonduktor

KEK Kura Kura Bali akan disiapkan untuk menindaklanjuti program AI, riset dan ekonomi digital.

Diterbitkan 10 Oktober 2026, 22:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah terus mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) atau KEK Kura Kura Bali sebagai bagian dari ekosistem pendidikan, riset, dan teknologi selain menarik investasi.

Pengembangan KEK Kura-Kura ini juga tak lepas dari pengembangan ekosistem untuk memperkuat industri dan investasi.

Adapun penguatan investasi, industrialisasi, dan kemitraan industri menjadi bagian penting dari upaya Indonesia mempercepat transformasi ekonomi dan menciptakan sumber-sumber pertumbuhan baru.

Perspektif tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam China-Southeast Asia Forum on Higher Education and Industry Cooperation 2026 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali, Minggu, 4 Oktober 2026 yang mempertemukan pemangku kepentingan dari Indonesia, China, dan Asia Tenggara untuk mendorong kolaborasi di bidang pendidikan tinggi, industri, inovasi, energi, dan konektivitas regional.

Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian sekaligus Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Ali Murtopo Simbolon, mewakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, menegaskan KEK Kura Kura Bali menjadi salah satu ruang strategis bagi pengembangan kerja sama Indonesia–China di bidang teknologi dan industri. Kawasan tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan artificial intelligence (AI), riset dan pengembangan digital, semikonduktor, hingga teknologi kuantum, sekaligus mempertemukan dunia akademik dan industri.

“Dalam situasi persaingan dan ketidakpastian global, Indonesia menawarkan ruang yang aman bagi pengembangan akademik dan kolaborasi industri. Tsinghua Southeast Asia Center (TSEA) dapat menjadi jembatan antara Tiongkok, kawasan Asia Tenggara, dan dunia,” kata Ali, mengutip ekon.go.id, Sabtu (10/10/2026).

Penguatan kerja sama tersebut didukung oleh semakin besarnya kehadiran investor China di KEK. Indonesia saat ini memiliki 25 KEK dengan luas sekitar 23.797,88 hektare, yang telah mencatat investasi kumulatif sekitar US$ 20,7 miliar, melibatkan 481 badan usaha, dan menciptakan lebih dari 283 ribu lapangan kerja. Pada kuartal II 2026, sebanyak 97 dari 481 tenant KEK atau sekitar 20% merupakan perusahaan asal China.

 

 

Diarahkan untuk Penguatan Teknologi

Ali menegaskan, ke depan, kerja sama tersebut perlu diarahkan tidak hanya pada peningkatan investasi, tetapi juga pada penguatan teknologi, riset, sumber daya manusia, dan kapasitas industri nasional. Indonesia ingin memastikan, kehadiran investasi menjadi bagian dari pembangunan ekosistem industri yang memberikan nilai tambah lebih besar bagi perekonomian nasional.

Komitmen tersebut tidak berhenti pada investasi, tetapi terus diarahkan pada penguatan kerja sama industri yang lebih konkret melalui Two Countries Twin Parks (TCTP).

Sebagai platform strategis Indonesia–China, TCTP menghubungkan kekuatan sumber daya, potensi pasar, dan lokasi strategis Indonesia dengan kapasitas investasi, teknologi, dan industri China untuk mengembangkan proyek-proyek konkret dan ekosistem industri yang terintegrasi, sekaligus menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi kedua negara.

 

Pengembangan Ekosistem

Pengembangan ekosistem tersebut berjalan seiring dengan terus tumbuhnya aktivitas investasi di KEK Kura Kura Bali. Hingga semester I 2026, realisasi investasi kumulatif telah mencapai Rp 1,8 triliun dengan penyerapan 2.173 tenaga kerja, serta mencatat 131.657 kunjungan. Capaian ini mencerminkan perkembangan KEK Kura Kura Bali sebagai salah satu kawasan yang tidak hanya menarik investasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan lapangan kerja di Bali.

Di sisi lain, KEK Kura Kura Bali terus dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem pendidikan, riset, dan teknologi. TSEA yang berada di kawasan tersebut telah menjalankan berbagai program di bidang fisika dan neurosains serta menginisiasi Semiconductors Forum bersama Tsinghua University.

Ke depan, Kura Kura Bali dipersiapkan untuk menindaklanjuti program di bidang AI, riset dan pengembangan digital, serta ekonomi digital.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, Secretary of the CPC Tsinghua University Committee sekaligus Chairman of Tsinghua University Council, serta Member of the Chinese Academy of Sciences. Hadir pula Consul General of the People’s Republic of China in Denpasar, Deputy Director General of Guizhou Provincial Department of Education, dan Deputy Secretary-General of the Secretariat of the Organizing Committee of China–ASEAN Education Cooperation Week.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6