Jakarta Banjir, Walhi: Jangan Salahkan Hujan

LSM pemerhati lingkungan Wahana Lingkungan Hidup atau Walhi mendesak pejabat jangan melulu menyalahkan hujan.

Diterbitkan 19 Januari 2014, 10:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Pernyataan Gubernur DKI Joko Widodo yang menyalahkan hujan dan rob sebagai penyebab banjir, terutama di Jakarta Utara, menimbulkan reaksi. LSM pemerhati lingkungan Wahana Lingkungan Hidup atau Walhi mendesak pejabat jangan melulu menyalahkan hujan.

"Kalau lama-lama hanya menyalahkan curah hujan nanti masyarakat ini takutnya musyrik, bilang banjir karena Tuhan. Padahal hujan itu berkah," kata Manajer Penanganan Bencana Walhi Nasional Mukri Friatna dalam keterangan tertulis, Minggu (19/1/2014).

Menurut Walhi, bencana banjir dan longsor yang terjadi di daerah dikarenakan banyak hutan yang beralih fungsi. Dari data yang diberikan Walhi banyaknya hutan yang ditebang untuk pemukiman dan industri.

"Yang namanya volume air tetap segitu enggak bisa berubah tapi gentongnya ini yang dikurangi," jelas dia.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Golkar DKI Jakarta Asraf Ali menegaskan penanganan banjir memang memerlukan waktu yang cukup lama. Walau sejauh ini sudah ada perbaikan seperti gorong-gorong dan pengerukan kali, namun masih dinilai belum efektif mengurangi banjir Jakarta.

"Saya kira biar masyarakat yang menilai kinerja gubernur Jokowi dalam memperbaiki infrastruktur banjir di Jakarta. Kalau kinerja gubernur sekarang baik, saya kira banjir tidak akan separah saat ini. Masyarakat yang merasakan," ujar Asraf.

Banjir tidak hanya terjadi di Jakarta. Wilayah satelit sekitar Jakarta juga kebanjiran. Seperti Bekasi, Depok dan Tangerang. Curah hujan juga tercatat cukup tinggi di beberapa wilayah. (Ism)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • liputan6
    Banjir Jakarta adalah fenomena berulang yang disebabkan oleh berbagai faktor, menimbulkan dampak signifikan, dan memerlukan penanganan serta sistem peringatan dini yang efektif.
    Banjir Jakarta