TNI Jelaskan Peran Pengerahan Prajurit Saat Demo di Bundaran HI

Personel TNI disebut tidak ditugaskan untuk menangani massa aksi secara langsung.

Diterbitkan 13 Juni 2026, 05:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • TNI dikerahkan di demo mahasiswa atas permintaan resmi kepolisian sebagai bantuan.
  • Peran TNI hanya mendukung, penanganan massa tetap menjadi kewenangan kepolisian.
  • Kehadiran TNI disorot publik dan dianggap berlebihan serta intimidatif di media sosial.

Liputan6.com, Jakarta - Pengerahan personel TNI saat aksi demonstrasi mahasiswa di kawasan Jakarta Pusat menjadi sorotan publik. Menanggapi hal tersebut, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhamad Nas menegaskan bahwa kehadiran prajurit di lokasi merupakan bentuk bantuan kepada kepolisian, atas permintaan resmi yang diajukan.

Menurut Nas, personel TNI tidak ditugaskan untuk menangani massa aksi secara langsung. Peran mereka hanya sebatas memberikan dukungan apabila situasi di lapangan membutuhkan tambahan personel.

"Adapun pengerahan TNI atas dasar permintaan untuk membantu," tutur Nas saat dikonfirmasi, dikutip Sabtu (13/6/2026), seperti dilansir dari Antara. 

Nas menjelaskan, penanganan demonstrasi tetap menjadi kewenangan kepolisian. Karena itu, TNI tidak mengambil alih fungsi aparat penegak hukum dalam menghadapi massa aksi.

Pihaknya menyatakan bahwa prajurit TNI hanya berada dalam posisi membantu apabila polisi menghadapi kondisi yang memerlukan dukungan tambahan.

"Penanganan demo adalah tanggung jawab kepolisian. Artinya tetap polisi di depan," jelas dia.

 

Ramai di Sosmed

Sebelumnya, massa yang terdiri dari berbagai elemen mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Para peserta aksi melakukan long march hingga tiba di lokasi unjuk rasa.

Di tengah jalannya aksi, sejumlah demonstran menyoroti keberadaan personel TNI yang dianggap menghalangi rombongan saat sedang berjalan menuju titik demonstrasi. Momen tersebut direkam oleh warga dan kemudian beredar luas di media sosial.

Kemunculan personel TNI dalam pengamanan aksi itu memicu beragam tanggapan dari warganet. Sebagian menilai pengerahan prajurit di lokasi demonstrasi merupakan langkah yang berlebihan dan berpotensi menimbulkan kesan intimidatif terhadap peserta aksi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6