Nanik Janji BGN Lebih Hemat Anggaran, Moratorium Dapur MBG

Nanik menyatakan bahwa efisiensi anggaran bakal menjadi fokus utama yang akan segera dijalankan BGN.

Diterbitkan 04 Juni 2026, 18:39 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • BGN di bawah Nanik Deyang fokus utama pada efisiensi anggaran.
  • Efisiensi dilakukan melalui refocusing penerima manfaat dan moratorium dapur baru.
  • BGN akan membenahi dapur MBG yang ada dan memperluas ke daerah 3T.

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) nanik S. Deyang mengungkapkan arah kebijakan baru lembaganya usai ditunjuk Presiden Prabowo Subianto untuk menggantikan Dadan Hindayana.

Nanik menyatakan bahwa efisiensi anggaran bakal menjadi fokus utama yang akan segera dijalankan BGN.

“Pada hari ini, kami unsur pimpinan telah memulai konsolidasi internal BGN. Hal utama yang telah kami bahas dan kami siapkan rencana kerjanya adalah menuju pada efisiensi anggaran,” kata Nanik di Gedung BGN, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).

Menurut dia, efisiensi menjadi langkah pertama yang disepakati dalam rapat konsolidasi para pimpinan baru BGN. Ia berujar upaya tersebut harus dilakukan meski anggaran BGN telah mengalami pemangkasan sebelumnya.

“Kami concern hal pertama yang kami lakukan adalah untuk melakukan efisiensi anggaran, sehingga meskipun sekarang sudah dipotong 2 (triliun), tinggal 268 (miliar), kami berharap masih bisa menurunkan lagi, namun tidak mengurangi sasaran,” jelas dia.

Lebih lanjut, Nanik menerangkan penghematan anggaran akan dilakukan di berbagai bidang tanpa mengurangi target penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah melakukan refocusing terhadap penerima manfaat.

Selain itu, ujar Nanik BGN juga memutuskan melakukan moratorium pembangunan dapur MBG baru. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program yang saat ini telah berjalan di berbagai daerah.

“Dalam rangka efisiensi anggaran, maka hal yang kami lakukan adalah refocusing penerima manfaat, moratorium dapur titik-titik baru,” katanya.

 

Pembenahan Dapur

Di saat yang sama, BGN akan memprioritaskan pembenahan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi. Pembenahan mencakup peningkatan standar operasional, kualitas makanan yang dihasilkan, hingga pelatihan sumber daya manusia yang terlibat dalam pengelolaan dapur.

“Pembenahan dapur-dapur yang telah berdiri dan telah beroperasi agar sesuai dengan standar untuk menghasilkan makanan yang berkualitas, termasuk perbaikan dan pelatihan SDM. Artinya, bila dapur itu tidak sesuai, tentu kami akan lakukan suspend,” ungkap Nanik.

Kemudian, kata dia BGN juga akan mendorong pelaksanaan program MBG di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui sejumlah alternatif skema. Langkah itu disiapkan agar perluasan layanan tetap dapat dilakukan tanpa menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Itulah yang sore hari ini kami konsolidasikan. Jadi kami fokus kepada efisiensi anggaran,” kata Nanik.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6