Janji Prabowo Perkuat KPK Hingga Kejagung: Berapa Kau Butuh, Saya Penuhi

Prabowo menyatakan siap memenuhi kebutuhan tambahan personel maupun sumber daya yang diperlukan.

Diterbitkan 04 Juni 2026, 12:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prabowo akan perkuat Kejagung, KPK, BPKP untuk berantas korupsi.
  • Tujuannya cegah korupsi program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis.
  • Prabowo akan tindak tegas koruptor, bahkan pejabat yang diangkatnya sendiri.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, akan memperkuat Kejaksaan Agung (Kejagung), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Hal ini disampaikannya saat menghadiri 'Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition' di SICC Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu 3 Juni 2026.

Prabowo menegaskan, tidak ingin program pemerintah dikorupsi sehingga merugikan masyarakat, termasuk salah satunya Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam kesempatan itu, Prabowo turut bertanya kepada Kepala BPKP Yusuf Ateh, Jaksa Agung ST Burhanuddin, dan Ketua KPK Setyo Budiyanto mengenai hal-hal yang dibutuhkan guna memperkuat kinerja lembaga yang mereka pimpin.

"Kepala BPKP, apa yang kau butuh? Kalau kau perlu tambahan personel, berapa saja kau butuh, saya penuhi. Ketua KPK, berapa saja yang kau perlu, lapor, saya penuhi. Jaksa Agung, berapa saja yang kau perlu, saya penuhi," kata Prabowo sebagaimana disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (4/6/2026).

Dia memberi restu apabila Kejaksaan Agung ingin memakai uang yang akan disetor ke negara untuk memperkuat lembaganya.

"Kalau perlu yang sekian T (triliun) kau mau setor ke saya, kau pakai untuk memperkuat Jaksa Agung, ya. BPKP, KPK, semua penegak hukum harus kita perkuat," ungkap Prabowo.

 

Tak Mau Uang Rakyat Dicuri

Prabowo menegaskan dirinya tak ingin ada uang yang rakyat yang dicuri oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab. Dia memastikan akan menindak tegas siapapun yang merugikan negara dan masyarakat.

"Saya tidak mau NKRI dilecehkan. Saya tidak mau bahwa pemerintah Republik Indonesia tidak dihormati. Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Dan, tidak ada, tidak ada pengecualian," jelas Prabowo.

Dia lantas menceritakan betapa beratnya keputusan mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan dua pimpinan BGN lainnya yang saat ini ditahan Kejaksaan Agung. Keputusan itu diambil Prabowo usai menerima laporan adanya indikasi penyelewengan yang dilakukan ketiga pimpinan BGN.

"Saya katakan, berat bagi saya. Waktu saya tanda tangan, berat. Ini orang yang saya angkat. Ini orang saya kasih bintang, saya kasih pangkat," tutur dia.

Prabowo menyampaikan pentingnya pentingnya program MBG yang dijalankan BGN sehingga harus bersih dari praktik penyelewengan. Dia menegaskan urusan makanan tak boleh menjadi sarana memperkaya oknum-oknum.

"Masalah makan ini masalah sakral. Makan bagi orang susah, tidak boleh jadi sarana memperkaya oknum-oknum. Makan paling gampang dikorupsi. Makan paling gampang dikorupsi, ya," kata Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6