Sukses

Rekonstruksi, Komplotan Pembunuh Holly Angela Dihadirkan

Proses rekonstruksi pembunuhan sadis terhadap Holly Angela Ayu di Tower Ebony, Apartement Kalibata City, Jakarta Selatan akhirnya dilakukan penyidik kepolisian Polda Metro Jaya. Adegan demi adegan diperankan oleh para tersangka.

Kepala Unit V Jatanras Polda Metro Jaya Kompol Antonius Agus mengatakan, para tersangka utama dihadirkan langsung sebagai pemeran dalam rekonstruksi pembunuhan tersebut. Kecuali, pelaku yang sudah meninggal dan masih buron diperankan penyidik.

"Kami berusaha merekonstruksi sesuai fakta di tempat kejadian langsung. Ada adengan yang diperankan peran pengganti," katanya di lokasi pembunuhan, Selasa (3/12/2013).

Adapun beberapa tersangka yang terlihat hadir yakni Abdul Latief, Surya Hakim, Pago Satria Permana dan Gatot Supiartono. Sementara peran tersangka El Risky yang tewas terjatuh dari kamar Holly usai membunuh diperankan penyidik, pun RH yang kini masih buron. Sementara peran Holly digantikan anggota Subdit Reknakta Polda Metro Jaya.

Reka ulang persitiwa pembunuhan sadis ini menyita perhatian ratusan penghuni apartemen yang tak jauh dari Taman Makam Pahlawan Kalibata tersebut. Beberapa di antara mereka adalah warga sekitar apartemen. Puluhan aparat kepolisian disiagakan guna mengamankan rekonstruksi ini.

Rekonstruksi dimulai dari peristiwa di hall Tower Ebony, Apartemen Kalibata City, dan berlanjut ke kamar Holly.

Holly Angela merupakan 1 dari 2 orang yang tewas di Tower Ebony Apartemen Kalibata City pada Senin, 30 September 2013. Selain Holly, seorang laki-laki bernama El Risky yang diketahui sebagai salah satu pembunuh Holly juga ditemukan tewas, diduga terjatuh dari lantai 9. Risky diduga terpeleset saat hendak melarikan diri dari kamar Holly.

Belakangan otak pembunuhan berencana ini diduga kuat adalah salah satu pejabat auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bernama Gatot Supiartono. Gatot belakangan diketahui sebagai suami siri Holly. (Rmn/Ein)

[Baca juga: Rekonstruksi Holly Angela Ditunda, Polisi Buru Tersangka R]