Balita Tewas Mengenaskan di Bekasi, Kondisi Pamannya Kritis

Paman korban mengalami luka tusuk pada bagian dada serta pipi kiri dan kanan.

Diterbitkan 29 Mei 2026, 11:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Balita tewas di Bekasi, paman berinisial G diduga pelaku pembunuhan.
  • Paman G kritis dengan luka tusuk, belum bisa dimintai keterangan polisi.
  • Paman G punya riwayat gangguan jiwa, tidak minum obat karena kendala biaya.

Liputan6.com, Jakarta - Kasus tewasnya balita di Bekasi mengarah pada pembunuhan yang diduga melibatkan pamannya sendiri berinisial G (18). Polisi mengatakan paman korban kini berstatus terduga pelaku.

Namun, paman korban belum bisa dimintai keterangan lantaran masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit dalam kondisi kritis. Paman korban mengalami luka tusuk pada bagian dada serta pipi kiri dan kanan.

"Statusnya masih terduga pelaku dan masih kita dalami. Semalam kondisinya sempat kritis, jadi kami harus menunggu kondisinya membaik dan stabil terlebih dahulu sebelum meminta keterangan lebih lanjut," kata ​Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal dilansir Antara, Jumat (29/5/2026).

​Berdasarkan hasil investigasi awal dan keterangan dari pihak keluarga, terduga pelaku diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan, dan selama ini rutin menjalani pengobatan ke psikiater serta mengonsumsi obat.

​Namun, dalam dua hari terakhir sebelum kejadian, yang bersangkutan diketahui tidak mengonsumsi obat penenang lantaran kendala biaya keluarga yang tidak mampu untuk membeli obat tersebut.

"Dua hari ini dia tidak konsumsi obat karena ibunya tidak ada uang untuk membeli lagi obatnya," katanya.

Keberadaan Orang Tua Korban

Balita A diketahui sehari-hari tinggal bersama neneknya di kontrakan itu. Menurut dia, sejak dua minggu setelah dilahirkan, korban memang diasuh oleh neneknya. Orang tua balita disebut berada di Yogyakarta.

"Dari keterangan nenek, orang tuanya berada di Jogja. Sampai sekarang belum muncul," katanya.

Saat kejadian, nenek korban sedang mencari nafkah dengan berjualan. Ketika pulang malam hari, ia mendapati cucu dan anaknya bersimbah darah di dalam kamar kontrakan. Sebilah pisau ditemukan di dekat korban.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6