Terungkap, Jalan Ambles di Lenteng Agung Dipicu Got Tua Keropos

Jalur kendaraan yang semula dua lajur kini tinggal satu jalur di Lenteng Agung.

Diterbitkan 29 Mei 2026, 11:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Jalan Raya Lenteng Agung ambles 16 meter, diduga karena gorong-gorong tua keropos.
  • Dinas SDA melakukan perbaikan sementara dengan pelat baja dan rekayasa lalu lintas.
  • Titik ambles sebelumnya bermasalah dengan jalan bergelombang, namun belum tertangani tuntas.

Liputan6.com, Jakarta - Lubang menganga muncul di Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (28/5/2026) malam. Jalan ambles sepanjang 16 meter itu diduga dipicu gorong-gorong tua yang sudah keropos.

Petugas Dinas Sumber Daya Air (SDA) mengerahkan satu unit eksavator untuk membersihkan puing dan memasang pelat baja di badan jalan.

“Lubangnya lebar tiga meter, tinggi tiga meter, panjang kurang lebih 16 meter,” kata Kasatpel SDA Kecamatan Jagakarsa, Sartono, Jumat (29/5/2026).

Lokasi ambles berada di Jalan Lenteng Agung Raya. Dampaknya, jalur kendaraan yang semula dua lajur kini tinggal satu jalur.

“Kita lakukan rekayasa lalu lintas. Tadinya dua jalur, sekarang hanya satu jalur. Kita maksimalkan jangan sampai ada kejadian jatuh lagi, makanya dipasang pelat,” ujarnya.

Pantauan di lokasi pukul 10.30 WIB, eksavator tampak menggerus sisa aspal yang masih menggantung di bibir lubang. Setelah itu, plat baja diturunkan menutup jalan yang ambles.

Akses kendaraan sempat ditutup sekitar 15 menit. Pengendara dihentikan sementara. Begitu pelat terpasang, arus lalu lintas dibuka perlahan. Namun kondisi jalan masih padat.

Warga berkerumun di sekitar lokasi. Ada yang merekam proses perbaikan, ada pula yang hanya melihat alat berat bekerja. Menurut Sartono, dugaan awal mengarah pada kerusakan saluran air bawah tanah atau hong berukuran sekitar tiga meter yang melintas menuju Kali Ciliwung.

“Ternyata ada crossing dengan hong ukuran tiga meter. Mungkin karena usia, jadi keropos,” ujar dia.

Beruntung, puing yang runtuh tidak sampai menyumbat aliran air. “Air tetap lancar. Yang jatuh itu sepertiganya, tertutup tanah. Sekarang sedang dibersihkan,” ujarnya.

Saat ini, Dinas SDA membersihkan puing untuk memastikan penyebab pasti kerusakan. “Ini lagi pembersihan puing. Kita mau lihat hongnya, apa karena karat atau sebab lain,” katanya.

Titik Jalan Ambles Sudah Bermasalah

Sebelum ambles terjadi, titik jalan itu ternyata sudah bermasalah. SDA mengaku menerima informasi pada Rabu malam. Keesokan paginya, SDA dan Bina Marga melakukan survei bersama.

Menurut Sartono, saat itu kerusakan yang terlihat baru sebatas jalan bergelombang di permukaan. Penanganan jalan dilakukan Bina Marga dengan perataan aspal dan pemasangan rambu.

“Harapannya setelah ditambal dan dikasih rambu, aman. Tapi ini akses satu-satunya. Walaupun sudah ada rambu, ada yang sedikit ditabrak. Akhirnya malamnya kejadian,” katanya.

SDA sempat menduga saluran bawah tanah sudah rapuh. Namun petugas belum bisa memastikan karena kondisi saluran berair dan sulit diperiksa dari dalam.

“Setelah ambles baru ketahuan, ternyata hongnya rapuh,” ucapnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6