Pendiri PAN Abdillah Toha Meninggal Dunia

Abdillah Toha Assegaf meninggal dunia. Dia wafat dengan warisan pemikiran besar bagi bangsa.

Diterbitkan 26 Mei 2026, 12:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Salah satu pendiri PAN, Abdillah Toha, meninggal dunia pada usia 84 tahun.
  • Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyampaikan duka cita mendalam atas kepergiannya.
  • Abdillah Toha dikenal sebagai politikus, pemikir, penulis, dan pendiri penerbit Mizan.

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Abdillah Toha meninggal pada usia 84 tahun. Kabar meninggalnya Abdillah Toha dikabarkan langsung oleh Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.  

Zulhas menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas berpulangnya sang tokoh. Ia mendoakan agar segala amal ibadah almarhum selama hidup di dunia diterima di sisi-Nya, serta mengapresiasi tinggi kontribusi pemikiran yang telah diwariskan almarhum.

"Turut berduka cita atas wafatnya tokoh bangsa Almarhum Abdillah Toha Assegaf. Kami menghaturkan dedikasi dan penghormatan setinggi-tingginya atas segala ilmu, pemikiran dan bimbingan yang telah beliau curahkan semasa hidup," tutur Zulhas Selasa (26/5/2026).

Lebih lanjut, Zulhas mengenang sosok Abdillah Toha sebagai figur pemimpin yang mengabdikan seluruh pengetahuannya demi kemaslahatan masyarakat luas.

Dia juga berharap agar keluarga besar yang ditinggalkan diberikan kelapangan dada dan ketabahan menghadapi ujian ini.

"Semoga Allah SWT menerima seluruh amal jariyah dan perjuangan beliau, mengampuni segala kekhilafannya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan dan kekuatan," ucapnya. 

Biografi Singkat Abdillah Toha  

 

Mendiang Abdillah Toha Assegaf lahir di Kota Surakarta (Solo), Jawa Tengah, pada tanggal 29 April 1942. Semasa hidupnya, ia dikenal luas sebagai seorang politikus, pemikir islam, penulis, sekaligus pengusaha yang memiliki integritas tinggi.

Dalam panggung politik nasional, Abdillah Toha merupakan salah satu tokoh kunci dalam gelombang reformasi dan tercatat sebagai salah satu pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) pada tahun 1998 bersama Amien Rais dan sejumlah tokoh intelektual lainnya. Rekam jejak legislatifnya tercatat saat ia terpilih menjadi anggota DPR RI untuk periode 2004–2009, di mana dirinya sempat dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Fraksi PAN di Senayan.

Selain aktif di dunia politik, lulusan Australian National University (ANU) ini juga aktif menulis opini kritis mengenai isu sosial-keagamaan di berbagai media massa nasional, serta mendirikan penerbitan buku Mizan yang berkontribusi besar pada dunia literasi dan pemikiran Islam moderat di Indonesia.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6