Prabowo Resmikan Museum Seskoad, Tempat 'Lahirnya' 3 Presiden

Seskoad tercatat melahirkan sejumlah tokoh penting nasional yang kemudian memimpin Indonesia.

Diterbitkan 25 Mei 2026, 15:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Presiden Prabowo meresmikan renovasi Museum dan Perpustakaan Seskoad di Bandung.
  • Seskoad melahirkan banyak pemimpin nasional dan internasional terkemuka.
  • Museum dan perpustakaan Seskoad jadi sumber inspirasi serta pembelajaran sejarah dan kepemimpinan.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meresmikan renovasi Museum dan Perpustakaan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) di Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (25/5/2026). Peresmian ini menegaskan posisi Seskoad sebagai lembaga pendidikan militer yang telah melahirkan banyak pemimpin besar di Indonesia hingga internasional.

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, hari Senin, 25 Mei 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan renovasi museum dan perpustakaan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad)," kata Prabowo dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden.

Seskoad tercatat melahirkan sejumlah tokoh penting nasional yang kemudian memimpin Indonesia. Presiden ke-2 RI Soeharto, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Presiden Prabowo Subianto merupakan lulusan lembaga pendidikan tersebut.

Tak hanya itu, tiga alumni Seskoad juga pernah menjabat sebagai wakil presiden. Mereka adalah Umar Wirahadikusumah, Sudharmono, dan Try Sutrisno.

Reputasi Seskoad juga diakui di tingkat internasional. Empat Kepala Staf Angkatan Darat Singapura tercatat pernah menempuh pendidikan di lembaga tersebut, yakni Neo Kian Hong sebagai KSAD Singapura tahun 2007-2010, Melvyn Ong Su Kiat sebagai KSAD Singapura tahun 2015-2018, David Neo Chin Wee sebagai KSAD Singapura tahun 2022-2025, dan KSAD Singapura saat ini Cai Dexian

Di Museum Seskoad, sejarah perjalanan dan pengabdian para tokoh tersebut ditampilkan sebagai sumber inspirasi bagi para perwira yang sedang menempuh pendidikan.

Ruang Belajar Perwira TNI

Kepala Departemen Kejuangan dan Doktrin Seskoad, Kolonel Arhanud Desi Ariyanto menjelaskan bahwa museum tersebut menjadi ruang pembelajaran penting bagi para perwira dalam memahami sejarah perjuangan dan kepemimpinan.

"Museum ini tujuannya didirikan pada saat itu adalah sebagai tempat untuk menggali semua sejarah karena kita sebagai militer, kita harus tahu khususnya sejarah perang, sejarah militer, dan di dalam sejarah perang itu juga ada leadership," jelas Desi Ariyanto.

Selain museum, Seskoad juga memiliki perpustakaan besar dengan 42 ribu buku di dalamnya. Setiap tahunnya ada sekitar 500 siswa, termasuk 30 siswa mancanegara yang menempuh pendidikan di Seskoad.

"Mereka belajar di sini. Di museum lantai satu mereka belajar sejarah, di lantai dua mereka mengisi dirinya sehingga memiliki kemampuan, keterampilan, dan khususnya olah pikir tidak hanya kemiliteran, juga ilmu pemerintahan," tutur Desi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6