Elektabilitas Ical Rendah, Akbar Tandjung Siapkan Evaluasi

Survei Soegeng Sarjadi School of Goverment (SSSG) mengungkap elektabilitas Ical hanya 2,4%.

Diterbitkan 18 September 2013, 01:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Sejumlah survei menunjukkan elektabilitas atau tingkat keterpilihan calon presiden dari Partai Golkar Aburizal Bakrie atau Ical sangat rendah. Terakhir, survei Soegeng Sarjadi School of Goverment (SSSG) mengungkap elektabilitas Ical hanya 2,4%.

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung pun akan mencari tahu faktor apa yang menjadi hambatan naiknya kepercayaan publik terhadap Ical.

"Saya berpendapat ada baiknya kita coba cari apa yang jadi penyebab jadi tidak naiknya elektabilitas itu," jelas Akbar Tanjung di Resepsi HUT Ke-47 KAHMI di Bidakara, Jakarta, Selasa (17/9/2013).

Menurut mantan Ketua Umum Partai Golkar ini, evaluasi sebagai langkah untuk menaikkan elektabilitas Ical merupakan hal yang wajar. "Saya kira wajar bisa atur langkah-langkah strategi yang tepat agar probabilitas calon presiden Golkar itu bisa menang dalam pemilihan," tukas Akbar.

Dalam survei SSSG, Jokowi memperoleh 45,8%. Diikuti Jusuf Kalla dengan 9,0%. Kemudian ada Dahlan Iskan dengan 7,5%, Prabowo Subianto 6,8%, dan Mahfud MD 5,8 persen.

Selain itu, ada Wiranto 3,6%, Aburizal Bakrie 2,4%, dan Megawati Soekarnoputri 1,8% di posisi berikutnya.

Metode pengumpulan data dalam survei ini dilakukan dengan wawancara via telepon dengan responden adalah warga yang tinggal di 10 kota besar yakni Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Medan, Makassar, Yogyakarta, Palembang, Denpasar, dan Balikpapan. Dalam survei ini, sampel diambil secara acak yang nomor teleponnya terdapat di dalam buku Telkom. Jumlah sampel sebanyak 1.250 responden. (Mut)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6