Viral Dibacok Begal di Kebon Jeruk, Model Cantik Ini Ternyata Cuma Iseng

Polda Metro Jaya memastikan kabar model Ansy Jan De Vries yang viral dibegal dan dibacok di Kebon Jeruk adalah hoaks buatan pelaku yang mengaku iseng.

Diterbitkan 20 Mei 2026, 23:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kabar viral model Ansy Jan De Vries dibegal dan dibacok di Kebon Jeruk dipastikan hoaks.
  • Polisi mengungkap Ansy Jan De Vries mengarang cerita demi mencari sensasi dan iseng.
  • Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan berita bohong dan bijak bersosial media.

Liputan6.com, Jakarta - Kabar viral mengenai model wanita, Ansy Jan De Vries, yang disebut-sebut menjadi korban pembegalan dan pembacokan di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, dipastikan hoaks. Cerita tragis tersebut sengaja dikarang oleh sang model sendiri dengan alasan iseng.

Kebohongan ini terbongkar setelah aparat kepolisian turun tangan melakukan penyelidikan lapangan dan menemui langsung Ansy Jan De Vries.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa pihaknya bersama tim psikologi, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), serta petugas kesehatan telah memeriksa kondisi wanita tersebut untuk menggali keterangan.

“Kami tegaskan bahwa yang bersangkutan bukanlah menjadi korban begal ataupun tindakan kriminal lainnya,” tegas Budi kepada wartawan, Rabu (20/5/2026) malam.

Sebelumnya, jagat media sosial dihebohkan dengan narasi yang menyebut Ansy Jan De Vries dibacok oleh orang tidak dikenal saat tengah mengendarai ojek online (ojol) di Kebon Jeruk.

Merespons keresahan publik, polisi langsung bergerak cepat mengecek tempat kejadian perkara (TKP) hingga menyisir Rumah Sakit Sumber Waras yang disebut sebagai tempat korban dirawat. Namun, petugas menemukan kejanggalan lantaran nama Ansy Jan De Vries sama sekali tidak terdaftar sebagai pasien.

 

Minta Masyarakat Tak Sebar Kabar Hoaks

Budi membeberkan, motif di balik aksi nekat sang model membuat laporan palsu tersebut adalah demi mencari sensasi di tengah maraknya isu kriminalitas di ibu kota.

“Yang pertama karena iseng, yang kedua ingin mengglorifikasikan bahwa beberapa kejadian viral tentang begal,” ungkap Budi membongkar motif pelaku.

Menyikapi kegaduhan ini, Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat luas untuk tidak lagi menyebarkan informasi bohong tersebut dan meminta publik lebih menyaring konten yang beredar di internet.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bijak bersosial media, untuk tidak menghembuskan berita-berita yang menyesatkan,” pungkasnya menandaskan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6