Sahroni: Aparat Jadi Beking Koruptor Harus Dipidana

Menurut Sahroni, tidak ada ruang bagi para oknum dan pihak yang masih nekat menyelewengkan wewenang untuk merugikan masyarakat.

Diterbitkan 20 Mei 2026, 16:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prabowo soroti aparat TNI/Polri beking koruptor, minta masyarakat lapor.
  • DPR dukung penuh, tegaskan tidak ada ruang bagi oknum penyeleweng wewenang.
  • Prabowo ingatkan aparat layani rakyat, jangan cemarkan institusi.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di rapat Paripurna ke-19 DPR, Rabu (20/5), mengungkap keprihatinannya aparat dari TNI dan Polri kerap menjadi beking para pejabat yang melakukan praktik korupsi.

Karenanya, Prabowo pun meminta masyarakat untuk tak segan melaporkan ulah para prajurit yang tidak melaksanakan tugasnya melindungi rakyat.

Merespons ketegasan Presiden Prabowo, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni pun menyebut dirinya mendukung pemberantasan beking. Menurutnya, jajaran di bawah harus mengikuti komitmen Presiden dan Kapolri.

“Komisi III 1.000 persen mendukung ketegasan Presiden Prabowo untuk menindak seluruh oknum aparat yang masih coba-coba menjadi beking tindak kejahatan. Nah Presiden dan Kapolri sudah komit, maka jajaran di bawah ya harus patuh," ujar Sahroni, Rabu (20/5).

"Karena kadang arahan dari pimpinan tertingginya sudah clear sedari awal, namun jajaran di bawah yang masih suka curi-curi kesempatan. Maka dengan ini jangan ragu lakukan PTDH dan proses pidana terhadap setiap oknum yang masih nekat jadi beking."

Lebih lanjut, menurut Sahroni di era Presiden Prabowo, tidak ada ruang bagi para oknum dan pihak yang masih nekat menyelewengkan wewenang untuk merugikan masyarakat.

“Karena di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, tidak peduli seberapa tinggi pangkat, seberapa besar pengaruhnya, kalau masih main-main merugikan masyarakat, pasti disikat habis. Tidak ada pandang bulu,” tegas Sahroni.

 

Prabowo Singgung Seragam Hijau dan Cokelat Kerap Jadi Beking Pejabat Korup

Presiden Prabowo Subianto menyinggung kelakuan aparat penegak hukum dalam pidatonya di Gedung DPR, Rabu (20/5/2026). Salah satu kelakuan yang tidak terpuji adalah menjadi beking dari pejabat korup.

Awalnya Prabowo menyinggung soal perilaku nakal pejabat, baik di tingkat pemerintah pusat maupun daerah, yang melakukan praktik korupsi. Prabowo mengatakan, secerdik apapun cara menyembunyikannya, kelakuan korup para pejabat itu sangat mudah ketahuan.

“Saya sedih kalau banyak pejabat korupsi, cepat ketahuannya,” ungkap Prabowo.

Pemerintah tidak akan melindungi dan berjanji akan menindak tegas pejabat yang korup. Prabowo lalu menyinggung adanya pihak yang berada do belakang’ para pejabat yang korup.

“Tapi biasanya mereka ada bekingnya. Biasanya seragamnya kalau nggak hijau, ya cokelat,” ujar Prabowo disambut riuh anggota DPR.

Mantan Menteri Pertahanan ini menegaskan sikapnya untuk menindak aparat keamanan yang nakal dan korup. Prabowo tidak ingin aparat keamanan digunakan untuk mencederai kepercayaan yang diberikan dari rakyat.

“Saya ini senior, saya alumni. Jadi saya nggak ragu. Jangan cemarkan TNI dan Polri. TNI dan Polri itu milik rakyat dan harus berjuang untuk rakyat,” kata Prabowo disambut tepuk tangan.

Kepala Negara mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi perilaku aparat keamanan. Masyarakat jangan ragu melapor jika menemukan aparat keamanan yang berperilaku tidak sesuai tugas dan kewajibannya.

Prabowo juga mengingatkan aparat keamanan agar tidak main-main dengan masyarakat. Karena, setiap tindak tanduk aparat diawasi langsung oleh masyarakat.

“Rakyat tidak bodoh lagi. Kalau aparat nggak beres, langsung videokan. Jangan dilawan, videokan saja dan lapor ke saya,” tegas Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6