Mal Ramah Ojol

Pengemudi ojek online memilih menolak pesanan jika mal yang jadi tujuan justru menyulitkan.

Diterbitkan 18 Mei 2026, 06:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hampir setiap hari, pesanan makanan online keluar dari dapur-dapur restoran di pusat perbelanjaan Jakarta. Di balik cepatnya makanan tiba di depan pintu rumah pelanggan, ada pengemudi ojek online (ojol) yang hilir mudik keluar masuk mal sejak pagi hingga malam.

Jejak mereka tersebar di banyak pusat perbelanjaan ibu kota. Namun, tidak semua mal dianggap ramah bagi para pengemudi ojol. Hanya beberapa yang masuk daftar favorit.

Di mata para pengemudi, Cilandak Town Square atau yang lebih akrab disebut Citos menjadi salah satu mal yang paling nyaman untuk mereka.

Subur (40), seorang pengemudi ojol, mengaku hampir tak pernah melewatkan hari tanpa singgah ke Citos. Dalam sehari, ia bisa lima kali keluar masuk mal itu. Bukan untuk berbelanja atau sekadar berjalan-jalan, melainkan mengambil pesanan makanan sebelum kembali melesat ke jalanan Jakarta.

Sambil bercanda, Subur mengatakan dirinya justru senang mendapat pesanan dari Citos. Alasannya sederhana: parkir aman dan gratis.

“Untuk Citos disediakan buat ojol parkiran, untuk restonya juga enak-enak sih,” kata Subur saat berbincang dengan Liputan6.com, Jumat (15/5/2026).

Bagi Subur dan rekan-rekannya, fasilitas sederhana seperti area parkir khusus sudah cukup membuat mereka merasa dihargai. Setidaknya, mereka tidak perlu parkir liar di pinggir jalan atau khawatir diusir petugas keamanan.

Ruang Khusus Ojol

Tidak hanya Citos, Pondok Indah Mall juga masuk kategori ramah ojol. Rizki (42), salah satu pengemudi ojol, mengaku kerap mengambil pesanan dari PIM 1. Meski harus berjalan cukup jauh di bawah terik matahari karena lokasi parkir ojol berada di ujung area mal, ia tetap merasa lebih nyaman dibanding harus memarkir motor sembarangan.

“Memang yang jadi kendala jaraknya saja sih, jauh,” ujar Rizki sambil tergesa membawa pesanan pelanggan.

Bagi Rizki, jarak bukan persoalan utama. Yang penting, kendaraannya aman dan tidak dipungut biaya parkir. Bahkan, ada petugas keamanan yang berjaga di area tersebut.

Menurutnya, kondisi itu jauh lebih baik dibanding beberapa mal di kawasan Jakarta Pusat dan Jakarta Utara yang belum menyediakan ruang khusus bagi pengemudi ojol.

Di seberang PIM 1, tepatnya di sekitar PIM 2, sejumlah pengemudi ojol tampak berbaris di pinggir jalan. Sebagian duduk santai sambil menunggu bunyi notifikasi pesanan dari ponsel mereka.

Betah Mangkal Sekitar PIM

Salah satunya Jaelani (44). Ia mengaku betah mangkal di sekitar PIM karena merasa lebih tenang bekerja di kawasan itu.

“Ini jadi titik penjemputan atau titik turun,” katanya.

Menurut Jaelani, petugas keamanan di kawasan tersebut cenderung lebih ramah. Bahkan, mereka kerap membantu mengatur titik penjemputan agar tetap aman dan tidak mengganggu lalu lintas.

Pengalaman itu berbeda dengan yang pernah ia alami di kawasan Senayan dan SCBD. Ia mengaku sempat beberapa kali cekcok dengan petugas keamanan saat mengambil penumpang atau pesanan makanan.

Karena itu, Jaelani kini lebih sering mencari order di kawasan Jakarta Selatan. Selain lebih nyaman, pesanan makanan maupun penumpang di sekitar PIM juga tergolong ramai atau “gacor”, istilah yang biasa dipakai para pengemudi ojol.

Meski begitu, Jaelani berharap ke depan ada fasilitas tambahan bagi para pengemudi, seperti tempat berteduh atau colokan listrik gratis untuk mengisi daya ponsel.

“Ya misalnya kayak charger HP, atau ada tempat berteduh gitu nantinya,” ujarnya.

Di tengah ketatnya aturan di gedung-gedung tinggi Jakarta, para pengemudi ojol sebenarnya tidak berharap banyak. Bagi mereka, tempat parkir yang aman dan perlakuan yang ramah sudah cukup membuat pekerjaan terasa lebih tenang.

Sebab bagi para pengemudi ojol, keramahan sebuah mal bukan hanya soal fasilitas, melainkan soal diberi ruang untuk bekerja tanpa dianggap mengganggu.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6