Tidak Ada Perbedaan Hari Raya Idul Adha 2026 Jadi Momentum Perkuat Kebersamaan

Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia telah menetapkan, Idul Adha 2026 atau 10 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Diterbitkan 17 Mei 2026, 19:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia telah menetapkan, Idul Adha 2026 atau 10 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada Rabu, 27 Mei. Menteri Agama Nasaruddin Umar pun mengajak, kepada para umat Islam di Indonesia agar dapat menjalani rangkaian ibadah Idul Adha dengan baik, mulai dari puasa sunah hingga berkurban.

"Mewakili pemerintah, kami menyampaikan selamat Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah. Kami mengimbau kepada segenap umat Islam untuk memperkuat, ibadah-ibadah meraih Idul Adha, ya. Terutama untuk nanti ada puasa-puasa sunah, kemudian juga berkurban," kata Nasaruddin saat jumpa pers penentuan awal bulan Dzulhijjah di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Minggu (17/5/2026).

Menag pun mengimbau kepada umat Islam yang punya kemampuan untuk berkurban maka tunaikanlah ibadah penyembelihan hewan tersebut.

"Itu banyak sekali hadisnya. Bahkan ada yang paling penting, 'jangan mendekati masjidku bagi mereka yang memenuhi syarat untuk berkurban tapi tidak melaksanakan kurban itu sendiri’ dan kita salurkan kurban kita sesuai dengan ketentuan yang berlaku," pesannya.

"Dengan demikian, atas nama pemerintah mengucapkan sekali lagi selamat menjalankan rangkaian ibadah-ibadah menjelang dan sesudah Idul Adha yang akan datang dan juga kepada calon jemaah haji kita, semoga pulang nanti dalam keadaan membawa haji mabrur," kata Nasaruddin lagi.

 

Nasaruddin juga menegaskan bahwa perayaan Idul Adha 2026 bukan hanya menjadi penanda ibadah keagamaan, tapi juga menjadi momen untuk memperkuat nilai persaudaraan dan persatuan bangsa. Mengingat tidak ada perbedaan hari perayaan Idul Adha 2026.

"Kita semua mengharapkan momentum ini dapat memperkuat kebersamaan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta meneguhkan persatuan kebangsaan," katanya.

    

Makna Tanggal 10 Dzulhijjah

Hari Raya Idul Adha ditentukan jatuh pada 10 Dzulhijjah karena tanggal tersebut merupakan puncak dari rangkaian ibadah haji sekaligus tanda penghormatan atas puncak ketaatan Nabi Ibrahim AS.

Penetapan tanggal ini memiliki alasan historis, teologis, dan urutan ibadah yang mendalam dalam agama Islam:

1. Sejarah Kurban Nabi Ibrahim AS

Penetapan 10 Dzulhijjah berkaitan erat dengan peristiwa mimpi Nabi Ibrahim AS yang menerima perintah dari Allah SWT untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS.

  • Tanggal 8 Dzulhijjah (Hari Tarwiyah): Nabi Ibrahim pertama kali mendapatkan mimpi tersebut dan ia masih ragu (berpikir atau merenung) apakah mimpi itu benar-benar wahyu dari Allah atau bukan.
  • Tanggal 9 Dzulhijjah (Hari Arafah): Nabi Ibrahim mendapatkan mimpi yang sama untuk kedua kalinya dan ia menjadi tahu serta yakin ('arafa) secara penuh bahwa perintah itu mutlak datang dari Allah.
  • Tanggal 10 Dzulhijjah (Hari Nahr): Nabi Ibrahim memantapkan niat dan melaksanakan perintah penyembelihan tersebut sebagai bentuk ketulusan iman yang luar biasa. Sesaat sebelum penyembelihan terjadi, Allah menggantikan Nabi Ismail dengan seekor domba besar (kibas). Momen penyembelihan inilah yang abadi menjadi Hari Raya Idul Adha (Hari Raya Kurban).

2. Hubungan dengan Rangkaian Ibadah Haji

Bulan Dzulhijjah adalah bulan suci pelaksanaan ibadah haji. Rangkaian tanggal utamanya bergerak secara runut:

  • 9 Dzulhijjah: Seluruh jemaah haji berkumpul di Padang Arafah untuk melakukan Wukuf, yang merupakan inti atau puncak spiritual dari ibadah haji.
  • 10 Dzulhijjah: Setelah menyelesaikan wukuf dan bermalam (mabit) di Muzdalifah, jemaah haji bergerak menuju Mina pada tanggal 10 Dzulhijjah untuk melempar jumrah (Jumrah Aqabah) dan menyembelih hewan hadyu (kurban bagi jemaah haji). Bagi umat Islam yang tidak berhaji, hari ini dirayakan dengan melaksanakan salat Idul Adha bersama dan menyembelih hewan kurban.

3. Ketetapan Syariat Islam

Penetapan kalender Islam berbasis perputaran bulan (lunar/hijriah) menempatkan Idul Adha secara mutlak pada hari ke-10 di bulan ke-12 (Zulhijah). Rasulullah SAW juga telah menegaskan aturan beribadah pada tanggal ini, termasuk larangan berpuasa pada hari raya 10 Dzulhijjah karena hari tersebut adalah hari untuk makan, minum, dan merayakan kemenangan iman. 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6