Infografis Kasus Hantavirus di Indonesia

Infografis terkait hantavirus yang ternyata bukanlah virus baru di Indonesia sudah terdeteksi sejak tahun 1991 di Indonesia.

Diterbitkan 12 Mei 2026, 14:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Hantavirus bukan virus baru di Indonesia, terdeteksi sejak 1991 dengan tipe HFRS.
  • Indonesia mencatat 23 kasus hantavirus (2024-2026), 3 di antaranya meninggal dunia.
  • Penularan dari tikus/celurut, bukan antar manusia; tingkat kematiannya bisa mencapai 40%.

Liputan6.com, Jakarta - Infografis terkait hantavirus yang tengah menjadi sorotan internasional usai wabah di atas kapal pesiar MV Hondius saat berlayar dari Argentina menuju Spanyol.

Sejauh ini, delapan kasus dilaporkan, lima diantaranya sudah terkonfirmasi hantavirus menurut laporan WHO pada 7 Mei 2026. Lalu bagaimana dengan di Indonesia?

Rupanya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan, hantavirus bukanlah virus baru di Indonesia. Penyakit zoonosis yang ditularkan lewat tikus maupun celurut ini sudah terdeteksi di Tanah Air pada 1991.

Menurut Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes dokter Andi Saguni, hantavirus dengan tipe klinis Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) terdeteksi sejak tahun 1991 di Indonesia.

Data terbaru, Kemenkes mengungkapkan pada 2024-2026 ada 23 kasus hantavirus di Indonesia dengan rincian 20 sembuh dan 3 meninggal dunia. Kasus positif hantavirus paling banyak ditemukan pada 2025 dengan total 17 kasus. Sementara pada 2026 tercatat lima kasus dan pada 2024 terdapat satu kasus.

Mengenai penularan hantavirus karena ada kontak dengan tikus atau celurut terinfeksi. Bisa juga kontak dengan ekskresi dan sekresi hewan tersebut.

"Untuk tipe HFRS, belum ada bukti penularan antar manusia," kata Andi secara daring pada Senin 11 Mei 2026.

Andi mengatakan, hantavirus memiliki dua tipe klinis yakni HPS dan HFRS. Di Asia termasuk Indonesia serta Eropa, kasus hantavirus yang ditemukan adalah tipe HFRS.

Sementara itu, Pakar Penyakit Menular dari University of Michigan Health, dokter Emily Abdoler mengatakan, seseorang yang terinfeksi hantavirus pada awalnya tidak terdeteksi karena gejala samar.

Infeksi hantavirus tergolong jarang terjadi tapi tingkat kematiannya bisa mencapai 40 persen. Angka kematian tinggi karena karena virus ini menyerang organ-organ vital seperti paru-paru dan ginjal yang berperan penting bagi kelangsungan hidup.

Lantas, seperti apa kasus hantavirus di Indonesia? Bagaimana gejala dan pengobatan secara lengkapnya? Simak selengkapnya dalam rangkaian Infografis berikut ini:

Infografis Kasus Hantavirus di Indonesia

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6