Nadiem: Saya Bayar Stafsus Pakai Uang Pribadi, Mereka Swasta Gajinya Tinggi

Nadiem Makarim mengaku menggunakan uang pribadinya untuk menambah penghasilan staf khusus menteri selama menjabat sebagai Mendikbudristek.

Diterbitkan 11 Mei 2026, 17:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Nadiem akui pakai uang pribadi untuk tambah gaji staf khusus dari swasta.
  • Staf khusus alami penurunan pendapatan drastis tanpa tambahan dana pribadi Nadiem.
  • Nadiem tak ingat nominal pasti uang pribadi atau gajinya sebagai menteri.

Liputan6.com, Jakarta - Eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim mengaku menggunakan uang pribadinya untuk menambah penghasilan staf khusus menteri (SKM) selama menjabat di kabinet.

Pengakuan itu disampaikan Nadiem dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026).

Menurut Nadiem, sebagian staf khusus yang direkrutnya berasal dari sektor swasta dengan tingkat penghasilan yang jauh lebih tinggi dibanding saat menjadi staf khusus menteri.

“Staf khusus tidak punya kesempatan itu karena bukan posisi struktural. Jadi saya menghadapi suatu situasi di mana kalau saya tidak menomboki gaji mereka, mereka akan mengalami penurunan pendapatan 70 sampai 80 persen,” kata Nadiem di ruang sidang.

Ia menjelaskan para staf khusus juga tidak memperoleh tambahan penghasilan lain seperti honorarium, perjalanan dinas, maupun aktivitas lain yang biasa diterima pejabat struktural.

Karena itu, Nadiem mengaku menggunakan dana pribadinya untuk membantu kebutuhan hidup para staf khususnya.

“Jadi dalam situasi itu saya menggunakan uang pribadi saya untuk memberikan tambahan setiap bulan kepada SKM tersebut untuk memastikan bahwa anak-anak mereka, sewa apartemen mereka, dan lain-lain, kehidupan mereka masih bisa oke,” ujarnya.

Meski telah diberikan tambahan, Nadiem menyebut para staf khususnya tetap mengalami penurunan pendapatan hingga sekitar 40 persen dibanding pekerjaan sebelumnya di sektor swasta.

Jaksa Tanya Berapa Gaji Nadiem Sebagai Menteri

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga menanyakan besaran uang yang diberikan Nadiem kepada para staf khusus tersebut setiap bulan.

Namun, Nadiem mengaku tidak mengingat nominal pastinya.

"Saya tidak ingat persisnya. Mungkin kisaran antara 15 sampai 20 juta per bulan untuk semua SKM kalau tidak salah," jelasnya.

Selain itu, jaksa juga menanyakan besaran gaji yang diterima Nadiem selama menjabat sebagai Mendikbudristek.

"Saya tidak ingat, Pak, gaji menteri berapa," kata Nadiem.

“Makanya saya tanya kepada saudara, saudara berapa gajinya sebagai menteri? Saya pengen tahu,” tanya jaksa kembali.

"Sudah saya jawab kan, Pak. Saya tidak ingat," jawab Nadiem.

"Selama lima tahun saudara tidak ingat gaji saudara?" tanya jaksa.

"Karena saya bekerja bukan untuk gaji," jawab Nadiem.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6