Liputan6.com, Jakarta - Memulai bisnis di tengah ketidakpastian pandemi COVID-19 bagi sebagian orang adalah risiko besar. Namun bagi Anita Sari, momen tersebut justru menjadi titik balik hidupnya untuk membangun kemandirian ekonomi. Perempuan asal Wonosobo berusia 29 tahun ini kini sukses mengelola "Anita Buah Segar", sebuah usaha jual buah di Pasar Kolombo yang berlokasi di Jl. Kaliurang No. KM 7, Kentungan, Condongcatur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kini, usahanya pun mulai merambah skala besar sebagai penyuplai program nasional.
Dalam keterangannya, Anita mengisahkan bahwa usahanya dimulai pada tahun 2021 saat pandemi melanda. Keputusan ini diambil karena ia ingin memiliki usaha sendiri dibandingkan bekerja pada orang lain.
"Ya, karena keadaan ya. Daripada nganggur, mending usaha sendiri kan, kecil-kecilan," ujarnya saat ditemui langsung oleh Liputan6.com pada Sabtu (9/5) kemarin di sela kesibukannya di Pasar Kolombo, Sleman, Jogja.
Advertisement
Meski ushanya berbasis di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Anita tidak melupakan akarnya. Ia mengambil pasokan buah dari Pasar Gamping dan juga buah lokal langsung dari tanah kelahirannya, Wonosobo. Kombinasi kualitas inilah yang kemudian membawa usahanya dilirik oleh pihak-pihak besar.
"Buahnya diambil dari pasar Gamping, sama buah-buah lokalan dari Wonosobo," lanjutnya.
Dipercaya DPRD Wonosobo Masuk ke Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5670076/original/077017300_1778436274-WhatsApp_Image_2026-05-11_at_00.59.10__1_.jpeg)
Langkah besar usaha "Anita Buah Segar" terjadi saat ia ditawari langsung oleh anggota DPRD Wonosobo untuk menjadi penyuplai buah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepercayaan ini tidak disia-siakannya.
"Ditawarin langsung. Dari Pak DPRD langsung. DPRD Wonosobo," sebutnya.
Saat ini, Anita menyuplai kebutuhan buah untuk dua dapur besar yang melayani sekitar 5.000 anak setiap harinya.
"Banyak ya, kebetulan saya juga nyediain MBG, jadi banyak sih mas. MBG aja udah buat anak berapa yang dua dapur itu 5.000," ucapnya.
Untuk menjaga kelancaran distribusi, Anita mengandalkan sinergi keluarga. Pembagian tugas yang solid ini menjadi kunci usahanya tetap berjalan stabil meski cakupan operasionalnya antar kota.
"Yang nyuplai itu suami aku mas, sama adikku juga. Jadi suami yang anterin dibantu adikku. Tapi kalau urusan belanjanya tetap sama aku," jelas Anita.
Advertisement
Perputaran Modal dan Keuntungan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5670077/original/096297800_1778436274-WhatsApp_Image_2026-05-11_at_00.59.10.jpeg)
Mengelola usaha berskala ribuan paket tentu membutuhkan modal yang tidak sedikit. Anita membeberkan bahwa untuk kebutuhan operasional MBG saja, ia harus memegang dana segar lebih dari Rp50 juta setiap 10 hari sekali karena sistem perputaran warna atau menu yang cepat. Sementara untuk stok harian di lapaknya di Pasar Kolombo, ia merogoh kocek Rp6 juta hingga Rp7 juta sekali belanja.
"Lumayan besar mas. MBG aja itu harus pegang Rp50 juta lebih soalnya kan 10 hari sekali itu warna-warnanya itu harus 10 hari sekali jadi harus Rp50 juta lebih lebih itu pegangnya. Kalau buat disini ya sekali belanja Rp6-7 juta," jelasnya.
Meski modalnya cukup besar, Anita mengaku mampu mengantongi pendapatan bersih sekitar Rp1 juta per hari yang sebagian besar disisihkannya untuk tabungan harian dan biaya kios. Anita merasa senang dengan pendapatanya yang bisa capai jutaan per harinya.
"Kadang enggak musti sih mas, kadang musti satu gitu, kadang kurang gitu, kan nggak musti itu. Bersihnya itu lho, bersih dapetnya gitu. Dapetin modal, bersihnya Rp1 juta kadang lebih gitu. Masih bisa ngisi tabungan kios, gitu lho, tabungan harian itu. Jadi dihitung-hitung juga ya lumayan lah," ujarnya.
KUR BRI Jadi Solusi Modal Putar Skala Besar
Di tengah kebutuhan modal tersebut, Anita merasakan manfaat nyata dari program Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Berawal dari niat untuk belajar mengelola pinjaman perbankan, ia justru mendapatkan akses modal yang pas untuk memenuhi permintaan pasar yang melonjak.
"Iya, kemarin tuh kan enggak sengaja mau minjem bank ya. Terus mau belajar lah itu ikut KUR, ternyata harus tawarin MBG itu niatnya mau beli suatu-suatu apa gitu. Tapi malah ditawarin MBG jadi tak buat buat modal MBG itu.
Selain dikenal banyak khalayak terkhusus pada pedagang, Anita meyebut jika KUR di BRI itu dirasa ringan karena cicilannya yang ringan dan masih mampu dibayar olehnya.
"Sangat berpengaruh dan membantu sekali. Karena BRI sudah terkenal dan cicilannya juga ringan. Jadi membantu sekali untuk modal MBG itu," ungkapnya.
Advertisement
Target Masa Depan: Tembus 7.000 Paket Buah Per Hari
Optimisme Anita terus meluap seiring dengan rencana penambahan kuota program MBG. Pada bulan ini, ia menargetkan untuk menambah satu dapur lagi, sehingga total akan ada tiga dapur yang ia suplai.
"Insya Allah bulan ini tambah satu lagi. Jadi dari 5.000-an anak, besok bisa jadi 7.000-an paket karena per dapurnya itu sekitar 2.500-an. Itu sesuatu banget buat saya," ungkap Anita dengan penuh semangat.
Kisah Anita Sari menjadi bukti nyata bagaimana seorang pengusaha muda dari pasar tradisional mampu naik kelas. Dengan keberanian mengambil peluang, dukungan keluarga, serta akses perbankan yang tepat melalui KUR BRI, kios "Anita Buah Segar" kini bukan sekadar lapak buah biasa, melainkan bagian dari penggerak gizi masyarakat.
Kesaksian Pelanggan: Kualitas Segar dan Harga Ramah Kantong
Kesuksesan Anita Buah Segar tidak hanya datang dari proyek besar, tetapi juga dari loyalitas pelanggan setianya di Pasar Kolombo. Salah satunya adalah Yuni, seorang warga Sleman yang mengaku sudah lama menjadi pelanggan tetap di lapak milik Anita.
"Saya sudah sering sekali belanja di sini, setidaknya tiga hari sekali pasti beli buahnya. Rasanya selalu puas karena buahnya sangat segar dan kualitasnya terjaga dengan baik," ujar Yuni saat ditemui di oleh Liputan6.com di Pasar Kolombo pada Sabtu (9/5) kemarin.
Selain faktor kualitas, harga yang kompetitif menjadi alasan utama Yuni selalu kembali. Menurutnya, harga yang ditawarkan Anita sangat ramah di kantong, terutama untuk kebutuhan konsumsi harian keluarga. Ia pun tidak ragu merekomendasikan tempat ini kepada masyarakat luas.
"Harganya ramah kantong sekali. Saya sudah langganan tetap di sini dan sangat merekomendasikan buah di tempat Mbak Anita ini kepada warga Sleman, khususnya yang tinggal di sekitar sini, untuk belanja buah di sini saja," pungkasnya tegas.
Advertisement
Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 (Plafon Rp500 Juta)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4414740/original/095949700_1683173103-BRI_KUR.jpg)
Dilansir dari website resmi bri.com, berikut estimasi cicilan KUR BRI dengan bunga 6% per tahun:
- Tenor 12 bulan: Rp44.166.667 per bulan
- Tenor 24 bulan: Rp23.333.333 per bulan
- Tenor 36 bulan: Rp16.388.889 per bulan
- Tenor 48 bulan: Rp12.916.667 per bulan
Tenor 60 bulan: Rp10.833.333 per bulan Simulasi tersebut dapat menjadi gambaran awal bagi calon debitur dalam menghitung kemampuan bayar. Adapun besaran cicilan riil dapat berbeda tergantung hasil analisis kelayakan dan profil risiko masing-masing nasabah.
Dalam praktiknya, KUR BRI terdiri atas dua jenis pembiayaan, yakni Kredit Modal Kerja (KMK) untuk kebutuhan operasional usaha dengan tenor maksimal 3–4 tahun serta Kredit Investasi (KI) untuk pengembangan usaha jangka panjang dengan tenor hingga 5 tahun.
Persyaratan Calon Debitur:
KUR Mikro Bank BRI
- Individu (perorangan) yang melakukan usaha produktif dan layak
- Telah melakukan usaha secara aktif minimal 6 bulan
- Tidak sedang menerima kredit dari perbankan kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, dan, Kartu Kredit
- Persyaratan administrasi : Identitas berupa KTP, Kartu Keluarga (KK), dan surat ijin usaha
KUR Kecil BANK BRI
- Mempunyai usaha produktif dan layak
- Tidak sedang menerima kredit dari perbankan kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, dan, Kartu Kredit
- Telah melakukan usaha secara aktif minimal 6 bulan
- Memiliki Surat Ijin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) atau surat ijin usaha lainnya yang dapat dipersamakan
Persyaratan
KUR Mikro BRI
1. Maksimum pinjaman sebesar Rp50 juta per debitur
2. Jenis Pinjaman
- Kredit Modal Kerja (KMK) dengan maksimum masa pinjaman 3 (tiga) tahun
- Kredit Investasi (KI) dengan maksimum masa pinjaman 5 (lima) tahun
- Suku bunga 6% efektif per tahun
3. bebas biaya administrasi dan provisi
KUR Kecil Bank BRI
1. Pinjaman Rp 50 – Rp 500 juta
2. Jenis Pinjaman
- Kredit Modal Kerja (KMK) dengan maksimum masa pinjaman 4 (empat) tahun
- Kredit Investasi (KI) dengan maksimum masa pinjaman 5 (lima) tahun
- Suku bunga 6% efektif per tahun
3. Agunan sesuai dengan peraturan bank
Cara Pengajuan KUR BRI Via Online
- Buka laman https://kur.bri.co.id. Login dengan akun terdaftar
- Klik “Ajukan Pinjaman KUR”, baca halaman syarat dan ketentuan, lalu klik “Saya adalah nasabah BRI” serta “Setuju dan Ajukan Pinjaman”
- Klik kotak “I'm not a Robot” lalu isi data diri dan data usaha secara lengkap
- Unggah dokumen yang diminta, seperti KTP, surat keterangan usaha, pas foto, dan foto usaha
- Klik “Selanjutnya”, lalu klik “Hitung Angsuran” untuk melihat jumlah angsuran yang akan dibayar Klik “Ajukan Pinjaman” dan kemudian muncul halaman pengajuan informasi mengenai disetujui tidaknya pinjaman yang diajukan
- Setelah pengajuan KUR BRI secara online selesai, nasabah menunggu jadwal survei secara fisik oleh petugas.
Cara Pengajuan KUR BRI Via Offline
- Kunjungi kantor cabang BRI terdekat dengan membawa dokumen yang diperlukan
- Jika belum memiliki rekening BRI, calon nasabah bisa membuka rekening baru di tempat yang sama
- Sampaikan maksud Anda untuk mengajukan KUR kepada petugas bank
- Ikuti proses wawancara dan verifikasi data yang akan dilakukan oleh petugas bank
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709839/original/047593100_1782789385-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T101408.733.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3864270/original/022302500_1778119557-FARDI_SUPER.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5670075/original/058368200_1778436274-WhatsApp_Image_2026-05-11_at_00.59.09.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1372762/original/077068000_1476344055-yogya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860538/original/012031000_1557478700-IMG_20190307_174224_257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8703035/original/020989500_1782776197-IMG-20260630-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259216/original/078310400_1781491972-AP26165670492100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8693587/original/054340800_1782757524-063_2283889620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8692722/original/034513200_1782755867-000_B8PJ7CN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263380/original/090952300_1781922466-AP26171045705794-Brasil_vs_Haiti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535469/original/004594100_1774015488-IMG_0283.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8689112/original/032643500_1782748110-WhatsApp_Image_2026-06-29_at_10.18.22_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8684125/original/089795800_1782736826-Owner_Jenk_Nik_Brownies_Batik_Cake___Cookies.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8683693/original/057493000_1782735957-IMG_0428.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674843/original/056227000_1782716818-Dina_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8671460/original/076773900_1782709635-dina_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8648001/original/044130700_1782659027-kenandy__17_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8639647/original/084785200_1782643944-WhatsApp_Image_2026-06-27_at_20.04.07.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8664616/original/039247700_1782694434-sambal_itheng6.jpg)