Hari Buruh, Prabowo Perintahkan Segera Selesaikan Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan

Presiden Prabowo Subianto mengaku telah memerintahkan menterinya untuk segera menyelesaikan Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan.

Diterbitkan 01 Mei 2026, 10:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari Buruh atau May Day 2026 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). Dia pun menyampaikan sejumlah hal.

Salah satunya, Prabowo mengaku telah memerintahkan menterinya untuk segera menyelesaikan Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan.

"Saya juga telah memberi instruksi kepada Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Hukum untuk segera nanti bersama DPR RI selesaikan rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan," ujar Prabowo dalam pidatonya, Jumat (1/5/2026).

Dia bahkan meminta agar Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan bisa secepatnya selesai.

"Kalau bisa tahun ini juga harus selesai. Dan tentang Undang-Undang itu harus bersihak kepada kaum buruh," tegas Prabowo.

Dia juga menyebut sudah memberikan perlindungan yang cukup besar untuk rakyat yang berpenghasilan rendah.

"Kita juga memberi perlindungan sosial yang sangat besar. Tahun ini kita memberi perlindungan untuk rakyat yang berpenghasilan rendah, Rp 500 triliun," jelas Prabowo.

 

Prabowo Tiba di Monas, Hadiri Peringatan Hari Buruh 1 Mei

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto tiba menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026).

Prabowo hadir dengan menggunakan mobil Maung berwarna putih. Ia juga sempat melambaikan tangannya kepada mereka yang telah tiba di Monas.

Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memastikan perayaan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2026 akan dipusatkan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Peringatan ini akan dihadiri langsung Presiden Prabowo Subianto.

Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyebut keputusan pemindahan lokasi dari DPR RI ke Monas diambil setelah adanya pertemuan dengan Presiden.

"KSPI dengan didukung oleh Partai Buruh memutuskan untuk mengadakan Perayaan Mayday bersama Bapak Presiden Prabowo Subianto dan teman-teman Serikat Buruh lainnya di Monas,” ujar Said Iqbal.

Kehadiran Prabowo pada perayaan Hari Buruh Internasional (May Day) di Monas juga telah dipastikan oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari.

Dia menyebut hadirnya Prabowo dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 menjadi bukti keberpihakan pemerintah terhadap pekerja buruh.

Qodari menyampaikan, kesejahteraan pekerja dan kesehatan dunia usaha bukan lah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dua sisi dari satu tujuan yang sama.

"Sebagai bentuk komitmen tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto diagendakan hadir pada puncak peringatan Hari Buruh Nasional 2026 yang akan diselenggarakan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta," ujar Qodari.

 

Luncurkan Satgas PHK dan Kesejahteraan Pekerja

Sebelumnya. Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan meluncurkan Satuan Tugas (Satgas) Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan Kesejahteraan Pekerja. Pengumumannya disebut akan dilakukan pada puncak peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026.

Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Cria Kuntadi belum bicara banyak ketika ditanya Satgas PHK dan Kesejahteraan Pekerja tersebut. Dia meminta menunggu puncak Hari Buruh, 1 Mri 2026.

"Tunggu 1 Mei ya," kata Cris, ditemui di Kantor Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, di Jakarta, dikutip Kamis (20/4/2026).

Diketahui, Kepala Negara dijadwalkan hadir dalam perayaan Hari Buruh di Monumen Nasional, 1 Mei 2026, besok. Satgas PHK dan Kesejahteraan Pekerja dikabarkan menggantikan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional (DKBN) yang diusulkan sejak tahun lalu.

Cris mengaku tengah menyiapkan berbagai aspek. Termasuk pada susunan pengurus dalam Satgas PHK dan Kesejahteraan Pekerja tersebut.

"Pokoknya kami sudah sedang siapkan semuanya, nanti gong-nya di 1 Mei. Sedang disiapkan (susunan pengurus)," kata Cris.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6