Pengelola Apartemen Mediterania Jawab Protes Penghuni, Alarm Kebakaran dan Sprinkler Tak Bekerja

Menurut pengelola Apartemen Mediterania, ada 300 penghuni di tower C yang terbakar.

Diterbitkan 30 April 2026, 13:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Penghuni Apartemen Mediterania mengeluhkan alarm dan sprinkler tidak bekerja saat kebakaran terjadi. Padahal saat itu, asap kebakaran sudah menyusup ke lantai atas. Kondisi itu membuat penghuni yang tinggal di unit lantai 28 panik.

Pengelola apartemen buka suara. Dipastikan sistem proteksi kebakaran gedung bekerja dengan baik.

"Kondisi sistem proteksi kebakaran gedungnya bekerja dengan sangat baik gitu ya. Karena boleh dilihat bahwa sampai saat ini pun alarm masih bunyi. Saya juga memiliki video-video sprinkler yang pecah gitu ya. Tim evakuasi, tim PMI yang sudah standby di sini, tim Damkar juga sudah ada di sini, itu dari sejak pagi," kata Anggi, apartement manager, kepada wartawan, Kamis (30/4/2026).

Saat mengetahui ada kebakaran, katanya, semua pihak melakukan koordinasi dengan baik. Termasuk jalur-jalur evakuasi.

"Lift homing, akses rilis, dan dari tadi pun kalau memang zona evakuasi tidak ada, sistem gedung tidak berjalan dengan baik, maka tim dari pemadam kebakaran atau PMI yang tadi melakukan evakuasi tidak akan bisa menggunakan lift. Jadi dari tadi kita evakuasi menggunakan lift. Tadi juga zona evakuasi sampai saat ini alarm masih bunyi," katanya menjelaskan.

Dikarenakan terjadi di tower C, maka proses sistem proteksi kebakaran dan evakuasi hanya dilakukan di tower tersebut.

"Sprinkler akan pecah pada saat di kondisi lantai yang memang terindikasi adanya panas dengan suhu tertentu. Kalau lantai lain yang tidak mengalami, karena panasnya tidak sampai di sana, itu tidak akan pecah. Seperti itu sistem kerjanya. Jadi kami yang mungkin lebih tahu sistem proteksi kebakaran gedung, kami sudah berupaya sebaik mungkin," ujarnya.

 

300 Penghuni di Tower C

Dalam kesempatan yang sama, pengelola berterima kasih pada pihak Damkar, kepolisian hingga petugas PMI yang membantu proses penanganan di lapangan.

"Jadi saat ini mohon semuanya, kami sedang proses penyelamatan. Kami fokus kepada kesehatan dari bapak ibu semua warga dan kami dapat jamin bahwa sistem proteksi kebakaran gedung kami itu sangat baik dan berjalan sesuai karena kami setiap tahunnya itu tadi seperti dibilang ada pengecekan, ada sertifikasi, sering evakuasi," katanya.

Saat ini, pengelola fokus pada penyelamatan punghuni. Menurut dia, ada 300 penghuni di tower C dan semua akan dievakuasi.

"Saat ini itu boleh dibilang masih ada beberapa, sedang berjalan untuk di lantai-lantai atas. Gitu, untuk yang lantai bawah semua sudah clear."

Sebelumnya, penghuni Apartemen Mediterania Tanjung Duren, Jakarta Barat, Antonius mengatakan alarm kebakaran mati saat api dan asap muncul ke lantai-lantai atas gedung. Kondisi ini menimbulkan kepanikan penghuni setelah koridor apartemen penuh dengan asap.

"Alarm kebakaran tidak bekerja dengan baik efektif seperti simulasi kebakaran yang dilakukan oleh tim pemadam kebakaran Jakarta Barat," kata kepada wartawan, Kamis (30/4/2026).

Antonius menyesalkan kurangnya informasi mengenai kebakaran tersebut. Hal ini menjadi peringatan lantaran banyak korban kebakaran tewas akibat ketidaktahuan soal kebakaran dan proses evakuasi.

"Simulasi kebakaran terjadwal itu selalu diinformasikan sebelumnya. Dan selalu ada patokan bahwa kalau ada simulasi kebakaran itu alarm berbunyi,"

Selain alarm, kata Antonius, system fire sprinkler juga tidak bekerja ketika asap muncul. Dia pun menyesalkan sistem keamanan dan keselamatan apartemen tidak bekerja dalam kondisi darurat sehingga membahayakan penghuni.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6