Dari Gang Sempit Jakarta, Warga Gandaria Utara Bangun Ketahanan Pangan Lewat Kolam Ikan

Dengan lahan terbatas di gang sempit, para warga menyiasati dengan membudidayakan beberapa jenis ikan yang dapat dimanfaatkan bersama.

Diterbitkan 15 April 2026, 17:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketahanan pangan merupakan salah satu program unggulan pemerintan Presiden Prabowo Subianto. Tak hanya berjalan di tingkat pusat, program ini justru digerakkan dari tingkat paling bawah, salah satunya gang sempit warga RT 11/RW 7, Kelurahan Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Dengan lahan yang terbatas, para warga menyiasati dengan membudidayakan beberapa jenis ikan yang dapat dimanfaatkan bersama. Adapun ikan yang dibudidayakan antara lain lele, nila, bahkan gurame.

Ketua RT 07, Imam Basori, mengatakan inisiatif ini adalah respons dari program ketahanan pangan tersebut, sehingga masyarakat dapat berkontribusi dan memberikan sumbangsihnya sesama warga sekitar.

"Ya inisiatif kita aja. Cuma kan setidaknya awal mula kan programnya pemerintah ya ketahanan pangan, ketahanan pangan gitu kan. Ya ikut sumbangsih dalam hal apa merespons kebijakan pemerintah ya kan," ungkap Imam kepada Liputan6.com, Rabu (15/4/2026).

Imam menjelaskan, hasil budidaya ikan ini dapat dimanfaatkan oleh warga secara bebas. Sebagai contoh, jika ada warga kekurangan makanan, mereka dapat mengambil ikan untuk dikonsumsi.

Namun, Imam menegaskan kepada warga yang mengambil hasil panen tersebut untuk tetap melapor. Cara ini diterapkan supaya pembagian hasil panen dapat merata, serta dirasakan oleh seluruh warganya.

"Bebas nggak kita larang, nggak ada (bayaran). Pokoknya monggo dibawa mau diserok, mau dibawa ke rumah, monggo Pak diambil aja. Cuma sampaikan dulu, jangan banyak gitu kan, kasihan yang lain," jelas Imam.

Imam membeberkan, program ini sebenarnya tidak berhenti pada ikan, tapi budidaya makanan lain seperti sayuran. Akan tetapi, keterbatasan lahan membuat dirinya dan warga hanya bisa melakukan budidaya ikan.

"Karena kalau kita ada spot lahan yang untuk kayak sayur dan sebagainya kalau ada lahannya gede bisa. Cuma kan di sini kan karena sempit ya gang kecil," Imam menandaskan.

 

Inovasi Smart Gate dan GPS

Keterbatasan lahan memang memang jasi tantangan bagi Imam dan warga RT 07. Namun, kondisi ini tidak menyurutkan semangat berinovasi.

Tak hanya fokus pada pemenuhan pangan, warga RT 011 juga melakukan inovasi untuk menjaga keamanan sekitar, yaitu penggunaan smart gate dan GPS guna mencegah aksi pencurian motor maupun tindakan kriminal lainnya.

Smart gate ini menggunakan kartu akses khusus untuk membukanya. Setiap satu keluarga akan dapat satu kartu akses.

"Awalnya ya kalau masyarakat kan mungkin dianggapnya simpel ya, Mas. Bilang 'Pak bikin gerbang'. Nah saya ngomongnya, 'Pak kalau hanya gerbang doang, ya kurang ini ya, kita harus ada sesuatu yang berbeda'," kata Imam kepada Liputan6.com, Rabu (15/4/2026).

Imam menjelaskan, pintu akan rutin ditutup dari pukul 12 malam hingga subuh. Dengan begitu, tidak sembarangan orang dapat lalu-lalang pada malam hari. Sementara itu, pada siang harinya pintu tetap dibuka seperti biasanya untuk aktivitas warga.

Selanjutnya, Imam juga membagikan alat GPS secara gratis kepada warga RT 11. Ini adalah program lanjutan dari penggunaan smart gate di kawasan tersebut.

Pemberian GPS dilakukan secara bertahap, karena menyesuaikan dengan dana operasional yang ada. Ia menjelaskan, pemberian GPS ini menjadi pengamanan berlapis bagi warganya untuk mencegah aksi pencurian motor.

"Jadi ada pengaman lapis lagi ya. Nah, ini namanya ikhtiar kita buat mencegah ya, lebih baik berbuat kan daripada tidak sama sekali kan," kata Imam.

Jika terjadi aksi percurian motor, kata Imam, lokasinya akan terdeteksi, serta dapat dilihat secara langsung melalui aplikasi.

Ia berahap, program ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Terlebih, dapat diterapkan secara masif di daerah-daerah lainnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6