Kementan Bareng BUMN Bahas Rencana Hilirisasi Gambir Asal Sumbar, Soroti Potensi Besar

Kementerian Pertanian (Kementan) bersama salah satu BUMN sedang membahas rencana hilirisasi tanaman gambir asal Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Diterbitkan 14 April 2026, 16:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kementan dan BUMN bahas hilirisasi gambir Sumbar untuk tingkatkan ekonomi petani.
  • Sumbar, pemasok 80% gambir dunia, akan bangun pabrik pengolahan di Limapuluh Kota.
  • Ekspor gambir Sumbar meningkat, mencapai 13.482 ton dengan nilai Rp574,7 miliar pada 2024.

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang membahas rencana hilirisasi tanaman gambir asal Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) agar memberikan dampak ekonomi yang lebih baik kepada petani dan daerah.

"Sekarang kita akan diskusikan (gambir). Kita sementara mapping dengan BUMN," ujar Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumbar, Selasa (14/4/2026) melansir Antara.

Hal tersebut disampaikan Amran terkait rencana Kementerian Pertanian bersama salah satu BUMN melakukan hilirisasi tanaman gambir dengan membangun pabrik pengolahan di Ranah Minang.

Dalam kunjungannya ke Sumbar beberapa kali, Amran menyoroti potensi besar tanaman bernama latin uncaria rhynchophylla tersebut. Apalagi, hampir sekitar 80 persen pasokan gambir dunia berasal dari Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumbar.

Terkait rencana pembangunan pabrik pengolahan gambir di Sumbar, Andi yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapasnas) membenarkan. Namun, ia tidak merinci di mana lokasi pabrik pengolahan akan dibangun.

 

Segera Bangun Pabrik Pengolahan Gambir

Terpisah, Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan, pemerintah segera membangun pabrik pengolahan gambir di provinsi setempat dalam rangka hilirisasi setelah mendapatkan informasi dari Menteri Pertanian.

"Pabrik pengolahan gambir tersebut akan dikelola langsung oleh PT Perkebunan Nusantara IV. Berkemungkinan pabrik pengolahan itu dibangun di daerah Kabupaten Limapuluh Kota yang merupakan sentra gambir nasional," kata Mahyeldi.

Selama ini, lanjutnya, Sumbar secara rutin mengekspor gambir ke Asia Selatan terutama ke India dan Pakistan.

"Dalam kurun dua tahun terakhir tren ekspor gambir juga menunjukkan peningkatan. Pada 2024 ekspor gambir mencapai 13.482 ton dengan nilai Rp574,7 miliar atau naik dibandingkan 2023 yang hanya 11.865 ton," jelas Mahyeldi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6