Said Abdullah Soroti Media Sosial yang Kerap Jadi Topeng Kepentingan Politik

Said Abdullah menyoroti maraknya kepalsuan di media sosial yang kerap dimanfaatkan untuk membangun citra politik, sekaligus mengingatkan pentingnya tabayyun.

Diterbitkan 12 April 2026, 15:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Media sosial kini jadi topeng penyebar kepalsuan demi kepentingan politik.
  • Pentingnya tabayyun dan klarifikasi informasi untuk hindari kesesatan.
  • Politik harus konsisten, adil, berintegritas, dan menjunjung silaturahmi.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Timur, Said Abdullah, mengingatkan kini kepalsuan tidak hanya ada di dunia nyata melainkan merambah media sosial.

Ia menyebut, kini media sosial kerap menjadi topeng yang dapat menyembunyikan wajah asli seseorang sekaligus membangun citra demi kepentingan politik.

"Kini kepalsuan merambah ke mana-mana. Media sosial menjadi topeng, menutup wajah asli dan mampu mengubah seribu wajah sesuai kepentingan," ujar Said dalam keterangannya, Minggu (12/4/2026).

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya sikap tabayyun atau klarifikasi setiap informasi yang diterima,  agar tidak menelan informasi menyesatkan.

"Sering-sering bertabayun dan silaturahmi, meninggikan akal budi, serta selalu membuka hati dengan berpegang teguh pada jalan yang diridhai Allah SWT,” katanya.

 

Konsistensi dan Integritas

Menurut Said, prinsip tersebut menjadi pegangan dalam menjalani kehidupan. Dalam konteks politik, ia juga menegaskan pentingnya konsistensi dan integritas. 

"Berpolitik harus konsisten, adil sejak dari pikiran, tidak hasut sana sini, serta senantiasa membuka tali silaturahmi dan rendah hati. Insya Allah PDI Perjuangan akan konsisten memegang nilai-nilai ini," kata dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6