Kepala BGN soal 21.800 Motor Listrik untuk SPPG: Harga Pasaran Rp 52 Juta, Kita Beli Rp 42 Juta per Unit

Menurut Kepala BGN, target pembelian sebenarnya 24.400 unit namun hanya terealisasi 21.800 unit. Pembelian pun di bawah harga pasaran. Harga pasaran Rp 50 juta, namun dibeli hanya dengan harga Rp 42 juta.

Diterbitkan 08 April 2026, 19:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • BGN membeli 21.800 motor listrik untuk SPPG, harganya di bawah pasaran.
  • Motor ini untuk operasional SPPG menjangkau daerah sulit, bagian anggaran 2025.
  • Menkeu tegaskan pembelian motor ini anggaran tahun lalu, bukan tahun ini.

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana kembali menjelaskan pembelian kendaraan roda dua untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Totalnya, ada 21.800 motor listrik yang dibeli. 

Dadan menyebut harga beli per unit di bawah harga pasaran yang ada.

"Harga pasaran Rp 52 juta, tapi kita beli kalau enggak salah Rp 42 juta di bawah harga pasaran," kata Dadan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Dia menjelaskan, motor listrik untuk Kepala SPPG MBG sudah masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2025. Target pembelian sebenarnya 24.400 unit. 

"Realisasinya dari target 24.400 itu hanya bisa kita realisasikan 21.800-an," jelasnya.

Dadan menegaskan, tak ada rencana pembelian motor listrik untuk SPPG di tahun 2026. Motor listrik yang sudah dibeli akan didistribusikan kepada SPPG untuk menjangkau daerah yang aksesnya sangat sulit. 

"Ya program ini kan menjangkau daerah daerah yang nanti akan sangat sulit. Menjangkau desa-desa, daerah daerah yang hanya bisa dengan motor. Itu untuk menunjang operasional," jelas Dadan.

Penjelasan Menkeu

Untuk diketahui, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa anggaran pengadaan sepeda motor untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak termasuk dalam pengadaan tahun ini.

“Yang jelas tahun ini tidak ada, barusan saya cek lagi,” kata Purbaya di Istana Kepresidenan, Rabu (8/4/2026).

Dia kembali menegaskan bahwa pengadaan tersebut merupakan bagian dari anggaran tahun sebelumnya.“Itu anggaran tahun lalu, tahun ini tidak ada,” tegasnya.

Pernyataan ini disampaikan menyusul beredarnya video di media sosial yang menampilkan sejumlah sepeda motor berlogo Badan Gizi Nasional (BGN). Video tersebut memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat terkait pengadaan kendaraan tersebut.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6