BI dan Pemprov DKI Dorong Industri Film Lewat Jakarta Youth Film Festival

Melalui JYFF, Bank Indonesia menghadirkan pemutaran film pendek serta diskusi bersama pelaku industri.

Diterbitkan 02 April 2026, 21:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendorong industri film sebagai motor baru ekonomi kreatif melalui gelaran Jakarta Youth Film Festival (JYFF).

Festival ini telah digelar sejak 2025 dan terus dikembangkan sebagai ruang kolaborasi bagi generasi muda.

Melalui JYFF, Bank Indonesia menghadirkan pemutaran film pendek serta diskusi bersama pelaku industri. Kegiatan ini menjadi wadah edukasi sekaligus ruang kolaborasi bagi pelajar dan mahasiswa.

Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta memberikan dukungan dari sisi kebijakan guna memperkuat ekosistem perfilman.

Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menyebut JYFF sebagai momentum strategis untuk memperkuat industri film sekaligus mendorong peran generasi muda.

"Kegiatan ini juga merupakan momentum yang strategis untuk memperkuat ekosistem perfilman, khususnya dalam mendorong peran generasi muda sebagai motor penggerak ekonomi kreatif di Jakarta,” kata Iwan dalam perayaan Hari Film Nasional di Ruang Auditorium Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026).

Menurutnya, potensi ekonomi kreatif di Jakarta sangat besar, terutama dengan dominasi penduduk usia muda. Ia menilai generasi milenial dan Gen Z memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas dan inovasi.

“Ekonomi kreatif merupakan salah satu sumber pertumbuhan baru yang menunjukkan kinerja yang sangat positif. Dengan komposisi penduduk Jakarta yang didominasi oleh generasi milenial dan Gen Z lebih dari 50 persen,” ungkap Iwan.

Dia juga menekankan bahwa industri film memiliki dampak luas terhadap sektor lain, sekaligus berperan dalam memperkuat citra kota di tingkat global.

“Industri film sendiri tidak diragukan lagi memiliki multiplier effect yang sangat luas karena mampu menggerakkan berbagai sektor pendukung, seperti pariwisata, kuliner, transportasi, fashion, dan film juga berperan sebagai media efektif memperkuat citra kota di tingkat global,” jelasnya.

 

Wagub Jakarta Apresiasi Langkah Bank Indonesia

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengapresiasi langkah Bank Indonesia yang mulai memberi perhatian serius pada industri film sebagai bagian dari ekonomi kreatif.

“Luar biasa. Saya sangat apresiasi kepada BI. Ini semakin serius,” kata Rano.

Pemeran dalam serial Si Doel Anak Sekolahan ini menilai keterlibatan Bank Indonesia menjadi hal baru, mengingat selama ini industri film minim dukungan pembiayaan dari sektor perbankan.

“Seumur hidup saya di dunia film, tidak ada satu perbankan pun yang bersedia membiayai film. Karena dianggap film mempunyai risiko yang lebih besar,” ujarnya.

Meski demikian, ia menilai potensi pasar film Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada 2024, jumlah penonton film di Indonesia mencapai 122 juta orang, dengan mayoritas didominasi film nasional.

“Film Indonesia 85 persen, kira-kira 80 juta. Artinya film Indonesia sudah menjadi tuan rumah di negerinya sendiri,” kata Rano.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6