Update Kondisi Andrie Yunus Usai Teror Air Keras: Dinding Bola Mata Bocor, Cangkok Kulit

Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus masih menjalani perawatan intensif di RSCM dengan luka berat di wajah dan mata, usai teror penyiraman air keras,

Diterbitkan 01 April 2026, 00:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Andrie Yunus alami luka berat mata kanan, kornea menipis, dan kebocoran bola mata.
  • Mata kanan ditutup sementara 4 bulan untuk penyembuhan; luka tubuh lain membaik.
  • Empat anggota BAIS TNI ditetapkan tersangka penyerangan air keras dan ditahan.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus (27), korban penyiraman air keras, masih menjalani perawatan intensif di RSCM dengan luka berat di wajah dan mata. Tim dokter menemukan adanya kebocoran pada bola mata kanan yang memerlukan penanganan lanjutan.

Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, menjelaskan bahwa kondisi pasien terus dipantau oleh tim multidisiplin, mulai dari bedah plastik hingga oftalmologi.

Ia menerangkan, pasien telah menjalani operasi mata kanan untuk ketiga kalinya pada 28 Maret 2026. Dari hasil operasi tersebut, ditemukan bahwa kornea semakin menipis dan terjadi kebocoran pada dinding bola mata.

"Selama operasi ditemukan permukaan kornea semakin menipis dan terdapat kebocoran pada dinding bola mata," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3/2026) malam.

Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, tim medis melakukan penambalan bola mata menggunakan jaringan dari tungkai pasien, kemudian menutupnya dengan selaput konjungtiva.

"Mata kanan sengaja ditutup sementara dengan penjahitan kelopak mata untuk melindungi dan mempertahankan bentuk bola mata selama proses penyembuhan," ucap dia.

Menurutnya, penutupan mata tersebut direncanakan berlangsung sekitar empat bulan sebelum dilakukan evaluasi lanjutan.

"Penutupan ini direncanakan berlangsung sekitar empat bulan, setelah itu tim medis akan melakukan evaluasi lanjutan untuk menentukan langkah selanjutnya," ungkap dia.

 

Kondisi Luka di Tubuh

Selain itu, kondisi luka di tubuh korban mulai menunjukkan perbaikan. Sebagian besar luka telah menutup dan mengering, dengan kulit baru hasil cangkok di area wajah, leher depan, dada, sebagian pundak, dan lengan kanan.

"Masih terdapat area kulit mati di leher belakang yang akan dibersihkan dan ditutup dengan cangkok kulit lanjutan dalam satu minggu ke depan," terang dia.

Secara psikologis, kondisi pasien dinilai cukup stabil meski mengalami trauma berat. "Tim medis terus memberikan dukungan psikologis untuk memastikan pasien tetap tenang dan mampu mengikuti proses perawatan dengan optimal," ujar dia.

Ia menegaskan komitmen RSCM untuk terus memberikan penanganan medis yang optimal, profesional, dan mengedepankan keselamatan pasien.

"Kami menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan kepercayaan kepada tim medis dalam menangani kasus ini," tandas dia.

4 Anggota Bais Jadi Tersangka

Empat anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI menjadi tersangka kasus penyerangan air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Keempatnya sudah ditahan oleh Puspom TNI.

"Keempat pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah menjalani penahanan di instalasi tahanan militer (maximum security) Pomdam Jaya Guntur sejak tanggal 18 Maret 2026," kata Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah melalui keterangan tertulis, Selasa (31/3/2026) malam.

Aulia menyebut, keempat prajurit yang berasal dari matra laut dan udara itu dikenakan pasal penganiayaan.

"Adapun Pasal yang diterapkan kepada tersangka adalah pasal penganiayaan," ungkap Aulia.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6