Strategi Arus Balik Lebaran Mulai Disiapkan, Trans Jawa Jadi Tujuan 66 Persen Kendaraan

Kepolisian mulai menyiapkan strategi pengaturan arus balik Lebaran 2026 sejak H+1.

Diterbitkan 21 Maret 2026, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Polisi siapkan strategi arus balik Lebaran 2026, antisipasi 66% kendaraan ke Trans Jawa.
  • Rekayasa lalin disiapkan, Tol Japek II Selatan diuji coba untuk puncak arus balik.
  • Situasi mudik terkendali, kecelakaan fatal turun 27%, total kecelakaan turun 3,5%.

Liputan6.com, Jakarta - Polisi mulai menyiapkan strategi pengaturan arus balik Lebaran 2026 sejak H+1. Diperkirakan, sebanyak 66 persen kendaraan akan mengarah ke jalur Trans Jawa.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan, lonjakan arus balik telah diantisipasi dari berbagai wilayah. Beberapa titik aglomerasi yang menjadi perhatian antara lain Solo Raya, Semarang, Jabodetabek, Bali, hingga Malang.

“Kami informasikan tentunya strategi untuk arus balik sudah kami siapkan juga. Jadi persentase traffic counting yang menuju ke Jawa Barat, yang menuju ke Trans Jawa, itu, ke Trans Jawa kurang lebih 66 persen. Nanti akan kita kelola pada saat arus balik. Yang ke Jawa Barat itu 33 persen," kata dia kepada wartawan, Sabtu (21/3/2026).

Untuk mengantisipasi kepadatan, kepolisian telah menyiapkan sejumlah skenario rekayasa lalu lintas. Salah satunya adalah uji coba Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan yang rencananya akan dibuka saat puncak arus balik.

“Ya alhamdulillah nanti yang dari Jawa Barat, solusinya cukup strategis ya, karena Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan (ruas Sadang-Setu) Tadi sudah kita lakukan uji coba, nanti pada saat arus puncak, nanti akan kita buka penuh," ucap dia.

 

Perketat Jalur Pelabuhan

Selain itu, pengamanan juga diperketat di sejumlah jalur wisata dan pelabuhan, seperti Bakauheni, Merak, hingga Gilimanuk.

Agus memastikan situasi keamanan selama periode Lebaran tetap terkendali. Ia menyebut tidak ada kejadian menonjol yang mengganggu arus mudik.

"Jadi tidak ada peristiwa yang menonjol. Termasuk Kamseltibcarlantas juga sudah kami laporkan kepada Bapak Kapolri per H 8 hari pada saat operasi. Peristiwa kecelakaan berkaitan dengan fatalitas korban meninggal dunia turun 27 persen. Jadi ini dinamis ya, kemarin kan 24 persen, sekarang 27 persen," ujar dia.

Selain itu, angka kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan selama operasi berlangsung, yakni turun sebesar 3,5 persen.

"Peristiwanya itu turun 3,5 persen. Ini alhamdulillah tentunya akan kita pertahankan sampai nanti pada arus balik," dia menandaskan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6