Awal Mula Ditemukan Botol Kimia dan Helm Ungu di Lokasi Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Botol tersebut tidak ditemukan oleh tim kepolisian pada awal penyisiran lokasi kejadian. Botol ditemukan oleh saksi di lapangan yang kemudian menyerahkannya melalui Tim Advokasi kepada penyidik.

Diterbitkan 16 Maret 2026, 17:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tim Advokasi untuk Demokrasi menjelaskan asal mula ditemukannya helm dan botol di lokasi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026). Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Muhammad Fadhil Alfathan, mengatakan botol tersebut ditemukan oleh saksi di lokasi kejadian.

Botol itu kemudian diserahkan oleh Tim Advokasi kepada penyidik dari Polda Metro Jaya. Tujuannya untuk didalami lebih lanjut. 

“Salah satu barang bukti penting yang juga ingin kami garis bawahi dalam kesempatan ini adalah ditemukannya satu botol yang diduga digunakan untuk menyiram air keras kepada Andri Yunus. Botol tersebut berwarna ungu dan mungkin saja itu tumblr karena tebal,” kata Fadhil dalam konferensi pers di Kantor YLBHI, Jakarta, Senin (16/3/2026). 

Botol tersebut tidak ditemukan oleh tim kepolisian pada awal penyisiran lokasi kejadian. Botol ditemukan oleh saksi di lapangan yang kemudian menyerahkannya melalui Tim Advokasi kepada penyidik. 

“Sehingga kami membawa dan membantu saksi tersebut untuk menyerahkan kepada tim dari Resmob Polda Metro Jaya,” ujarnya.

Awalnya barang bukti tersebut belum disampaikan dalam konferensi pers kepolisian pertama kali. Padahal, botol itu adalah bukti penting yang dapat diperiksa melalui metode scientific crime investigation.

Berdasarkan temuan botol yang diduga dibuang pelaku serta informasi bahwa polisi menemukan helm yang diduga milik pelaku, tim advokasi menduga pelaku kemungkinan turut terkena cipratan air keras yang disiramkan.

“Pertama botol yang kemungkinan dibuang oleh pelaku dan pelaku yang melepas helm dan melawan arah dan mengemudi dengan cepat, kami menduga bahwa pelaku mungkin saja juga terluka karena air keras sendiri yang dia siram,” ucapnya.

Helm Diuji di Lab Forensik

Diberitakan sebelumnya, Polisi mengamankan helm milik terduga pelaku dan wadah kimia di lokasi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat. Dari barang bukti itu, pelaku bisa diidentifikasi.

“Helm dan wadah tersebut sedang diuji di laboratorium forensik. Mudah-mudahan ditemukan sidik jari atau DNA pelaku,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin dalam konferensi pers, Senin (16/3/2026). 

Polisi masih mengumpulkan fakta hukum melalui analisis kamera CCTV dan jaringan komunikasi pelaku. 

“Sampai dengan hari ini kami belum melakukan upaya paksa. Kami masih terus melakukan pengumpulan fakta hukum berdasarkan dari analisa CCTV dan jaringan komunikasi yang kami peroleh," kata Iman. 

Polisi belum sampai pada kesimpulan sosok pelakunya. Polisi masih dalam tahap pengumpulan barang bukti.

"Kami masih analisa. Saya kira nanti kalau kami sudah fix menemukan seluruh alat bukti yang mengarah pada perbuatan seseorang sehingga seseorang dapat ditetapkan sebagai tersangka," jelasnya. 

Dalam penyelidikan, Polisi turut menelusuri nomor polisi yang terpasang di sepeda motor para pelaku. Dari analisis CCTV, ditemukan sekitar 260 kemungkinan kombinasi nomor kendaraan.

"Untuk yang tertangkap CCTV, rekan-rekan sekalian kebetulan kami masih mendalami yang dua orang tersebut untuk yang tertangkap CCTV," tandas dia.

Pelaku Terlatih?

Polisi mengamankan 88 rekaman CCTV. Dari situ terlihat pelaku terlihat beraksi dengan tenang sebelum dan sesudah penyerangan. 

“Kemudian apakah jaringannya sudah terlatih? Selama beberapa hari kami melakukan analisa digital, kami melihat perjalanan para pelaku ini memang memiliki ketenangan dalam melakukan apa perjalanan dari mulai satu titik ke titik yang lain pada saat menjelang-menjelang kejadian,” ucapnya.

Untuk diketahui, Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh setelah disiram cairan yang diduga zat kimia di Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan korban mengalami trauma asam berdasarkan hasil pemeriksaan medis. 

“Rekan-rekan sekalian, saat ini kondisi korban berdasarkan pemeriksaan medis mengalami trauma asam, kemudian luka bakar pada bagian wajah, lengan, batang tubuh, dan kedua anggota gerak lainnya,” kata Iman dalam konferensi pers, Senin (16/3/2026). 

Menurut Iman, korban saat ini masih menjalani perawatan medis akibat luka yang dialaminya. 

"Mudah-mudahan korban segera diberikan kesembuhan. Mari kita sama-sama mendoakan rekan-rekan sekalian, keluarga kita, sahabat kita tersebut segera memperoleh kesembuhan sehingga bisa kembali beraktivitas," ucap dia.

Pergerakan Pelaku Sebelum dan Setelah Penyiraman Air Keras

Terkait peristiwa ini, Polri membentuk tim gabungan untuk mengungkap pelaku penyiraman. Tim tersebut terdiri dari penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya, dan Bareskrim Polri.

Setelah menerima laporan kejadian, tim langsung melakukan penyelidikan dengan menganalisis rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian. 

Sebanyak 86 titik CCTV disita dari berbagai sumber di sepanjang jalur yang diduga dilalui pelaku. Rinciannya, 7 kamera dari sistem tilang elektronik, 27 dari Diskominfo, 8 dari Dinas Perhubungan, dan 44 dari rumah warga serta perkantoran. 

“Dari 86 titik kamera pengawas yang kami analisa, ada 2.610 gambar dalam bentuk video dengan durasi 10.320 menit,” ujar Iman. 

Hasil pemeriksaan awal, pelaku diduga telah membuntuti korban sebelum penyerangan.

“Berdasarkan hasil analisa rekaman CCTV dari sejumlah titik di Jakarta, para terduga pelaku diduga telah mengikuti pergerakan korban sejak sebelum kejadian,” terang dia. 

Dari rekaman CCTV, para pelaku terdeteksi bergerak dari wilayah Jakarta Selatan menuju titik kumpul di Jalan Merdeka Timur, dekat Stasiun Gambir. Pelaku kemudian melintas di Jalan Ir H Juanda, Jalan Medan Merdeka Barat, hingga kawasan Tugu Tani sebelum menuju LBH Jakarta. 

Saat korban selesai menghadiri kegiatan di LBH Jakarta, para pelaku mulai membuntuti pergerakan korban. Korban sempat mengisi bahan bakar di SPBU Cikini Raya sekitar pukul 23.32 WIB hingga 23.35 WIB dan tetap diikuti pelaku. 

Dia mengatakan, empat terduga pelaku yang menggunakan dua sepeda motor lalu menunggu di depan KFC Cikini sebelum mengikuti korban ke Jalan Diponegoro hingga Jalan Salemba I. Di lokasi itulah pelaku menyiramkan cairan yang diduga asam kuat ke arah korban.

Pelaku Ganti Baju

Usai beraksi, dua pelaku kabur melawan arus menuju Senen, Kramat Raya, Tugu Tani hingga Gondangdia lalu bergerak ke Jakarta Selatan.

Sementara dua pelaku lainnya melarikan diri melalui Matraman menuju Jatinegara hingga Jalan Otto Iskandardinata, Jakarta Timur. 

“Hasil analisa juga menunjukkan salah satu pelaku sempat mengganti pakaian sebelum melanjutkan pelarian,” ujar Iman.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6