BPIP Perkuat Implementasi Pendidikan Pancasila di Sekolah

Pancasila sebagai dasar negara perlu dipahami secara utuh oleh generasi muda melalui proses pembelajaran yang sistematis.

Diterbitkan 12 Maret 2026, 15:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pendidikan Pancasila butuh ekosistem pembelajaran kuat dan buku teks berkualitas untuk generasi muda.
  • Pemerintah wajib sediakan buku pendidikan bermutu, terjangkau, dan merata sesuai regulasi.
  • Keberhasilan Pancasila diukur dari perubahan perilaku positif siswa dan kolaborasi Tri Sentra Pendidikan.

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Pengkajian Implementasi Pembinaan Ideologi Pancasila BPIP, Irene Camelyn Sinaga, mengatakan, penguatan Pendidikan Pancasila memerlukan dukungan ekosistem pembelajaran yang baik, termasuk ketersediaan buku teks utama yang berkualitas bagi peserta didik.

Menurutnya, Pancasila sebagai dasar negara perlu dipahami secara utuh oleh generasi muda melalui proses pembelajaran yang sistematis dan didukung oleh materi ajar yang memadai.

“Penganggaran buku teks utama Pendidikan Pancasila menjadi bagian penting dalam memastikan nilai-nilai Pancasila dapat dipelajari secara berkelanjutan oleh peserta didik,” ujar Irene saat Sosialisasi Pembelajaran Pendidikan Pancasila bagi satuan pendidikan. Kegiatan yang digelar di P4 Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).

Senada, Kepala Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (kemendikbudristek) Supriyatno, menjelaskan buku merupakan instrumen utama dalam pelaksanaan kurikulum nasional. Karena itu, pemerintah berkewajiban memastikan ketersediaan buku pendidikan bermutu, terjangkau, dan merata di seluruh wilayah Indonesia.

Supriyatno menyebut, penyediaan buku pendidikan telah diatur melalui sejumlah regulasi, antara lain Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan dan Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun 2019 yang mengatur standar mutu, penilaian, hingga distribusi buku pendidikan.

Sosialisasi

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, menegaskan sosialisasi merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkuat fondasi karakter bangsa melalui pendidikan.

Menurut Nahdiana, keberhasilan Pendidikan Pancasila tidak hanya diukur dari nilai akademik siswa, tetapi juga dari perubahan perilaku di lingkungan sekolah, seperti menurunnya kasus perundungan, hilangnya kekerasan, serta meningkatnya sikap toleransi di kalangan peserta didik.

"Penguatan Pendidikan Pancasila juga memerlukan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat melalui pendekatan Tri Sentra Pendidikan agar nilai-nilai yang diajarkan di sekolah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," dia menandasi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6