Warga Tambora Keluhkan Air PAM Hanya Menetes, Kotor dan Berbau Seperti Got

Warga Tambora Jakbar mengeluhkan, air PAM jaya yang sempat mengalir kotor dan berbau tak sedap.

Diterbitkan 04 Maret 2026, 19:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Warga Jembatan Besi keluhkan air PAM kotor, berbau got, dan sering mati total.
  • Masalah air bersih ini sudah terjadi sejak Januari 2025 akibat kebocoran pipa dan penyumbatan.
  • PAM Jaya berupaya perbaiki pipa tersumbat dan kirim satu mobil tangki air bersih harian.

Liputan6.com, Jakarta - Warga Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat kembali mengeluhkan kesulitan air bersih. Bahkan, air PAM jaya yang sempat mengalir kotor dan berbau tak sedap.

"Hari Senin (2/3) itu sempat nyala, tapi ada warga yang laporan airnya kotor, bau airnya seperti air got," ujar Ketua RT 07/RW 03 Jembatan Besi, Dian saat dikonfirmasi di Jakarta dilansir Antara, Rabu (4/3/2026).

Menurut Dian, warga cukup kaget lantaran setelah lama kering, air yang keluar dari pipa PAM Jaya tiba-tiba kotor dan berbau got.

Sejak Minggu (1/3), kata Dian, air PAM sempat keluar kendati dengan volume yang sangat kecil atau menetes. Kemudian, pada Selasa (2/3) air kembali mengalami mati total hingga hari ini.

"Kan di sini warga ada yang kran airnya dibuka terus, jadi ketahuan kapan ada air. Kemarin keluar cuma netes-netes, tapi itu, kotor," ujar Dian.

Upayakan Perbaikan

Menindaklanjuti masalah tersebut, Senior Manager Corporate & Customer Communication PAM Jaya, Gatra Vaganza menyebut pihaknya masih terus berupaya menyelesaikan perbaikan jaringan pipa yang kini tersumbat.

"Sampai saat ini kami masih berupaya melakukan perbaikan," ucap Gatra.

Dia mengaku PAM Jaya masih terus mengirimkan satu mobil tangki air bersih setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan warga RW 03.

"Kami masih menyediakan mobil tangki sebanyak satu mobil setiap harinya ke lokasi," kata dia.

 

Masalah Sejak 2025

Diketahui, air PAM di kawasan RW 03 Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat telah mengalami masalah sejak akhir Januari 2025 lalu. Gangguan tersebut awalnya disebabkan adanya kebocoran pipa imbas dari galian pekerjaan proyek flyover Latumeten.

Namun, setelah perbaikan pipa selesai, ternyata terjadi penyumbatan di jaringan pipa yang mengarah ke wilayah permukiman RW 03 Jembatan Besi.

Hingga saat ini, warga masih harus mengandalkan air dari mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6